Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Bukan Cuma Soal Fitur, Hal Ini yang Bikin Orang Takut Update ke iOS 26

Hany Akasah • Selasa, 13 Januari 2026 | 08:05 WIB
iOS26: Tampilan antarmuka iOS 26 dengan desain Liquid Glass pada iPhone yang menunjukkan efek transparan dan widget reflektif.
iOS26: Tampilan antarmuka iOS 26 dengan desain Liquid Glass pada iPhone yang menunjukkan efek transparan dan widget reflektif.

RADAR SURABAYA BISNIS – Kehadiran sistem operasi terbaru Apple, iOS 26, tampaknya belum berhasil memikat hati mayoritas pengguna iPhone. 

Meski sudah memasuki bulan keempat sejak perilisannya, data menunjukkan tingkat adopsi iOS 26 masih jauh di bawah performa generasi-generasi sebelumnya seperti iOS 18, iOS 17, dan iOS 16.

Berdasarkan laporan terbaru dari layanan analitik Statcounter per akhir Desember 2025, total pengguna iOS 26 baru menyentuh angka sekitar 16 persen. 

Secara rinci, iOS 26.1 mendominasi dengan 10,6 persen, disusul iOS 26.2 sebesar 4,6 persen, dan iOS 26.0 yang hanya digunakan oleh 1,1 persen pengguna.

Angka ini berbanding terbalik dengan performa iOS 18 pada periode yang sama di tahun sebelumnya. 

Pada Januari 2025, iOS 18 telah diadopsi oleh lebih dari 60 persen pengguna. 

Saat ini, mayoritas pengguna iPhone terpantau masih bertahan di iOS 18, dengan rincian versi iOS 18.7 menjadi yang paling banyak digunakan (33,8 persen).

Meski data Statcounter menunjukkan tren negatif, laporan dari TelemetryDeck memberikan gambaran yang lebih optimis. 

Platform tersebut mengklaim bahwa sekitar 60 persen pengguna sebenarnya sudah beralih ke iOS 26.

Perbedaan signifikan ini diyakini terjadi karena metodologi pengumpulan data yang berbeda. Statcounter menghitung berdasarkan impresi web. Sedangkan TelemetryDeck mengumpulkan data langsung dari aplikasi yang menggunakan SDK mereka.

Hingga saat ini, Apple sendiri belum merilis data resmi terkait adopsi sistem operasi terbaru mereka.

Salah satu faktor utama yang diduga menghambat pengguna untuk melakukan update adalah perombakan antarmuka (UI) melalui desain Liquid Glass. 

Desain ini mengusung efek transparan, reflektif seperti kaca, dengan sudut-sudut membulat.

Namun, respons pasar terbelah. Sebagian pengguna merasa tampilan ini terlalu berlebihan dan justru mengganggu keterbacaan (readability) layar.

"Tampilan transparan dan efek visual menyerupai kaca ini menuai respons beragam. Tak sedikit yang menganggap desain tersebut mengganggu kenyamanan penggunaan sehari-hari," tulis laporan tersebut.

Selain masalah estetika, faktor teknis juga menjadi penghalang. Beberapa kendala yang dilaporkan pengguna meliputi:

1. Keyboard Error: Pengguna iOS 26 mengeluhkan adanya bug pada keyboard yang sering menyebabkan salah ketik (typo).

2. Daya Tahan Baterai: Apple sempat memberikan peringatan bahwa pembaruan ke iOS 26 berpotensi memengaruhi efisiensi baterai pada model iPhone tertentu.

3. Kebijakan Downgrade: Apple telah menutup pintu untuk kembali (downgrade) ke iOS 18, yang membuat pengguna semakin ragu untuk mencoba iOS 26 jika nantinya mereka tidak puas.

Analis menilai Apple juga tergolong "lambat" dalam melabeli iOS 26 sebagai recommended update bagi pengguna iOS 18, sehingga banyak pengguna yang memilih untuk menunda pembaruan demi stabilitas perangkat mereka.

Editor : Hany Akasah
#fitur #ios 26 #apple #Liquid Glass #iOS 18