Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Tiongkok Tambah Investasi Rp 36,4 Triliun di RI, Berikut Sektor yang Mereka Minati

Nofilawati Anisa • Minggu, 11 Januari 2026 | 11:03 WIB
Airlangga Hartarto
Airlangga Hartarto

RADAR SURABAYA BISNIS - Pemerintah Indonesia secara konsisten terus memperkuat dan memperdalam hubungan bilateral dengan Tiongkok.

Penguatan diperkuat melalui peran aktif berbagai pemangku kepentingan, salah satunya China Chamber of Commerce in Indonesia (CCCI).

Selama dua dekade terakhir, CCCI telah berkembang menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan dunia usaha, sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan, dengan populasi 1,4 miliar jiwa, Tiongkok berada di urutan kedua di dunia.

Sementara Indonesia yang memiliki 285 juta jiwa penduduk berada di urutan keempat.

Baik Indonesia maupun Tiongkok, keduanya merupakan anggota G20.

Negeri Tirai Bambu adalah negara dengan ekonomi terbesar kedua dengan PDB USD 17,8 triliun dan Indonesia memiliki PDB USD 1,4 triliun.

“Jadi, ini benar-benar merupakan tonggak penting bahwa kolaborasi dan kerja sama antara kedua negara terbuka. Ini adalah pasar besar yang menawarkan peluang bagi kedua perusahaan dan kedua negara,” ungkap Airlangga dalam keterangannya, Minggu (11/1).

Selain menjadi mitra dagang utama Indonesia dengan besaran mencapai USD 135,2 miliar pada tahun 2024, kerja sama kedua negara juga terus menunjukkan kemajuan strategis melalui inisiatif Two Parks Twin Countries (TCTP).

Inisiatif TCTP tersebut merupakan kerangka kerja sama strategis untuk memperkuat kolaborasi industri, memfasilitasi investasi, dan mengintegrasikan rantai pasok.

Nota Kesepahaman terkait TCTP yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2021 lalu telah diperbarui pada Mei 2025, melalui penandatanganan antara Menko Airlangga dengan Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok Wang Wentao.

“Hal tersebut menjadi salah satu wujud nyata dalam menunjukkan komitmen politik yang kuat di tingkat tinggi,” sambungnya.

Sebagai bagian integral dari penguatan kerja sama TCTP tersebut, lanjut Airlangga, telah dilakukan penandatanganan 16 proposal proyek antara perusahaan-perusahaan Fujian dan mitra-mitra Indonesia dengan nilai total sebesar Rp 36,4 triliun atau sekitar USD2,19 miliar.

Berbagai proyek tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, termasuk logam dasar, pengolahan daging dan makanan laut, tekstil, teh, furnitur, drone, baterai, dan kecerdasan buatan.

“Ke depannya, Indonesia menyambut baik kolaborasi yang lebih dalam di bidang infrastruktur, logistik, industri hilir, manufaktur, energi terbarukan, ekonomi digital, AI, komputasi kuantum, ketahanan pangan, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia,” jelas Airlangga.

Berkaitan dengan investasi, Pemerintah Indonesia juga terus berkomitmen untuk meningkatkan iklim investasi melalui reformasi regulasi, pengembangan infrastruktur, dan konsistensi kebijakan untuk memastikan Indonesia tetap menjadi tujuan investasi jangka panjang yang menarik.

Indonesia kini memiliki gugus tugas untuk mempercepat program-program strategis Pemerintah yang akan membantu mempercepat proses investasi. (nis/opi)

 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#tiongkok #CCCI #menteri pedagangan #airlangga hartarto #indonesia #Wang Wentao #Kemenko Bidang Perekonomian #investasi #Negeri Tirai Bambu