Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

62.600 Desa Sudah Terapkan Kebijakan Konversi LPG 3 Kg

Nofilawati Anisa • Jumat, 9 Januari 2026 | 15:33 WIB
RESMI: Lebih dari 62.600 kelurahan dan desa telah menerapkan kebijakan konversi LPG 3 kg telah terlayani oleh pangkalan resmi.
RESMI: Lebih dari 62.600 kelurahan dan desa telah menerapkan kebijakan konversi LPG 3 kg telah terlayani oleh pangkalan resmi.

RADAR SURABAYA BISNIS - PT Pertamina Patra Niaga menutup tahun 2025 dengan pencapaian positif.

BUMN energi itu pun siap menapaki tahun 2026 dengan memperkuat peran strategisnya dalam menjaga ketahanan energi, pemerataan layanan, serta percepatan inovasi energi berkelanjutan.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengatakan, capaian sepanjang tahun 2025 menjadi fondasi penting dalam memastikan energi tetap hadir secara andal bagi masyarakat.

“Sepanjang 2025, Pertamina Patra Niaga berupaya memastikan energi hadir secara merata dari Sabang sampai Merauke serta berkelanjutan. Kinerja distribusi BBM dan LPG yang terjaga, penguatan infrastruktur, serta pengembangan energi ramah lingkungan menjadi fondasi utama kami untuk melangkah ke tahun 2026,” ujar Mars Ega, Jumat (9/1/2026).

Ia menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden RI.

Khususnya dalam memperkuat ketahanan energi nasional, mendorong kemandirian ekonomi, serta memastikan pembangunan yang inklusif hingga ke wilayah pelosok.

“Melalui penguatan distribusi energi, inovasi berkelanjutan, dan pelayanan sepenuh hati, kami mendukung energi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Sepanjang 2025, Pertamina Patra Niaga menjalankan penugasan negara dengan menjaga realisasi penyaluran BBM subsidi tetap sesuai dengan kuota dan ketentuan pemerintah.

Realisasi penyaluran BBM Subsidi Solar mencapai 98,7 persen, Minyak Tanah tercatat 97,6 persen. Sementara Pertalite terealisasi sebesar 90,1 persen dari kuota nasional.

“Tingkat realisasi ini mencerminkan efektivitas pengelolaan subsidi sekaligus upaya menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat,” jelas Mars Ega.

Di luar penugasan subsidi, Pertamina Patra Niaga juga memastikan layanan BBM non-subsidi berjalan optimal.

Termasuk pemenuhan kebutuhan energi untuk SPBU swasta sebagai bagian dari penguatan ekosistem distribusi energi nasional.

Konsumsi BBM non-subsidi, menunjukkan tren pertumbuhan positif.

Dimana jika dibandingkan realisasi konsumsi tahun 2024, realisasi konsumsi Pertamax naik 20 persen, Pertamax Turbo naik 75 persen, Dexlite naik 11 persen dan Pertamina Dex naik 36 persen.

Bahkan pada 2025, konsumsi BBM non-subsidi khususnya BBM ramah lingkungan, Pertamax Green 95 naik hingga 117 persen didukung dengan perluasan jaringan outlet Pertamax Green 95 yang bertambah hingga 71 outlet.

Sehingga total outlet Pertamax Green 95 saat ini sebanyak 177 SPBU, seiring meningkatnya permintaan konsumen dan perluasan titik layanan di berbagai wilayah strategis.

Pada sektor LPG, penyaluran LPG subsidi 3 kilogram sepanjang 2025 terealisasi sebesar 99,77 persen dari kuota nasional.

Capaian ini diperkuat oleh implementasi program One Village One Outlet, dimana lebih dari 62.600 kelurahan dan desa di provinsi yang telah menerapkan kebijakan konversi LPG 3 kilogram telah terlayani oleh pangkalan resmi.

Sementara itu, distribusi LPG non-subsidi untuk sektor rumah tangga sepanjang 2025 tercatat mengalami peningkatan, Bright Gas 5,5 kg naik 13 persen dan Bright Gas 12 kg naik 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. (ara/opi)

Baca Juga: Berapa Capaian Lifting Minyak di Tahun 2025, Begini Laporan Bahlil

Penguatan Distribusi Energi

*Realisasi penyaluran BBM Subsidi:
1. Solar 98,7 persen
2. Minyak Tanah 97,6 persen
3. Pertalite 90,1 persen

*Konsumsi BBM non-subsidi:
1. Realisasi Pertamax naik 20 persen
2. Pertamax Turbo naik 75 persen
3. Dexlite naik 11 persen
4. Pertamina Dex naik 36 persen

*Pertamax Green 95:
1. Konsumsi naik 117 persen
2. Outlet bertambah hingga 71 outlet
3. Total outlet 177 SPBU

*LPG 3 Kg:
1. Realisasi 99,77 persen
2. Diperkuat One Village One Outlet
3. 62.600 terapkan kebijakan konversi

*LPG non-subsidi:
1. Bright Gas 5,5 kg naik 13 persen
2. Bright Gas 12 kg naik 10 persen

Sumber: Pertamina Patra Niaga

 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#BBM Non Subdisi #bumn energi #Konversi LPG 3 Kg #energi ramah lingkungan #Mars Ega Legowo Putra #bbm subsidi #Pertamina Patra Niaga