Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pemprov Kejar Pendapatan Lewat Digital, DPD RI Lia Istifhama Optimistis JATIM BEJO Hadirkan Transparansi dan Rasa Aman Belanja Online

Hany Akasah • Jumat, 9 Januari 2026 | 12:12 WIB

Ning Lia saat kunjungan ke Kantor Pengadaan Pemprov Jatim
Ning Lia saat kunjungan ke Kantor Pengadaan Pemprov Jatim

RADAR BISNIS ONLINE – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kian serius mengakselerasi transformasi digital sebagai strategi memperkuat kemandirian daerah dan mengejar potensi pendapatan baru.

Salah satunya melalui kehadiran platform JATIM BEJO (Jawa Timur Belanja Online), yang dinilai mampu menghadirkan transparansi sekaligus rasa aman dalam ekosistem belanja daring.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai JATIM BEJO bukan sekadar memudahkan transaksi belanja pemerintah dan masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memastikan kejelasan penjual, mutu produk, dan keamanan transaksi.

“Belanja daring membutuhkan kepastian. Siapa penjualnya, di mana alamatnya, dan bagaimana kualitas produknya. Dengan koridor sistem seperti JATIM BEJO, masyarakat mendapatkan rasa aman karena semuanya jelas dan terverifikasi,” ujar Lia.

Baca Juga: Cetak Sejarah! Indonesia Siap Ekspor Beras Perdana pada 2026 Usai Capai Swasembada

Politisi yang akrab disapa Ning Lia itu menegaskan, digitalisasi belanja daerah memiliki dampak ganda: meningkatkan kepercayaan publik sekaligus membuka peluang optimalisasi pendapatan daerah melalui transaksi yang tertata, tercatat, dan akuntabel. Menurutnya, platform digital milik daerah juga memperkecil risiko praktik yang merugikan konsumen.

Ia menjelaskan, selama ini belanja online kerap diwarnai keluhan masyarakat terkait kualitas barang yang tidak sesuai ekspektasi—fenomena yang populer disebut “rojali” (rodo jadi beli). Kehadiran sistem belanja digital yang dikelola pemerintah daerah dinilai menjadi solusi konkret atas persoalan tersebut.

“Platform seperti JATIM BEJO membuka mata masyarakat bahwa belanja online bisa aman jika ada sistem yang mengawasi dan menyeleksi penyedia produknya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Lia menilai transparansi sistem mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan mutu produk agar mampu bersaing secara sehat di pasar digital. Hal ini sekaligus memberi ruang yang adil bagi UMKM Jawa Timur untuk tampil di etalase yang kredibel dan terstruktur.

“Kita ingin Jawa Timur tidak hanya aktif berbelanja, tetapi juga unggul dari sisi kualitas. Sistem yang jelas akan mendorong pelaku usaha lebih serius menjaga mutu produknya,” tegasnya.

Baca Juga: Daftar Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, UBS dan Galeri24 Kompak Turun

Menurut Lia, JATIM BEJO juga berperan sebagai sarana edukasi literasi digital bagi masyarakat. Belanja online tidak lagi semata soal membeli barang, melainkan memahami informasi produk, keamanan transaksi, dan tanggung jawab penyedia.

Dengan penguatan platform digital daerah ini, Lia optimistis Jawa Timur akan semakin “bejo”—beruntung dan maju—karena belanja publik dan masyarakat berjalan transparan, aman, serta berdampak langsung pada penguatan ekonomi lokal dan peningkatan pendapatan daerah. (han)

Editor : Hany Akasah
#Jatim Bejo #Ning Lia #pemprov #transaksi #Lia Istifhama #dpd ri