RADAR SURABAYA BISNIS – Indonesia bersiap mencatatkan sejarah baru di sektor pangan. Setelah berhasil mencapai swasembada pangan dalam waktu kurang dari satu tahun, pemerintah memproyeksikan Indonesia akan melakukan ekspor beras perdana pada tahun 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan optimisme tersebut di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Keputusan untuk mulai mengekspor beras didasarkan pada lonjakan produksi nasional dan posisi stok cadangan yang sangat kuat.
Saat ini, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat mencapai 3,2 juta ton.
"Ini adalah momen bersejarah bagi Indonesia, pertama kali sejak kemerdekaan," ujar Mentan Amran.
Ia membandingkan kondisi ini dengan tahun 1984 saat Indonesia mendapat pengakuan FAO, di mana stok nasional kala itu hanya sekitar 2 juta ton.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mendukung tren positif ini dengan proyeksi produksi beras diperkirakan mencapai 34,71 juta ton, naik 13,36% dibandingkan tahun 2024.
Pada awal 2026, stok beras nasional tercatat sebesar 12,529 juta ton, melonjak 203% dibandingkan awal 2024.
Lebih lanjut, pada periode Desember 2025–Februari 2026 diperkirakan menghasilkan 6,23 juta ton beras.
Sebagai langkah awal, Indonesia telah menyepakati kerja sama ekspor dengan Malaysia melalui skema business to business (B2B) sebesar 24.000 ton per tahun atau 2.000 ton per bulan.
Pengiriman akan diprioritaskan dari wilayah yang paling dekat secara geografis, seperti Kalimantan Barat.
Baca Juga: Intip Tren Bisnis 2026 dengan Modal Kecil tapi Stabil dan Tips Memulainya Agar Tidak Rugi
Selain Malaysia, pemerintah juga melirik negara-negara ASEAN lainnya sebagai tujuan ekspor masa depan dengan tetap mengutamakan kebutuhan dalam negeri.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bukti kemampuan bangsa di tengah keraguan banyak pihak.
Target swasembada yang semula diprediksi memakan waktu 4-5 tahun, nyatanya berhasil dicapai dalam hitungan bulan melalui sinergi lintas sektor.
"Indonesia akan terus mencapai swasembada pangan setiap tahun. Ini penting agar kita memiliki kemandirian bangsa dan tidak bergantung pada negara lain," tegas Presiden Prabowo.
Keberhasilan ini didorong oleh serangkaian langkah strategis, di antaranya terdapat modernisasi pertanian, perluasan lahan dan Perum Bulog yang ditugaskan menyerap hingga 4 juta ton beras pada 2026 untuk memperkuat cadangan dan melindungi harga di tingkat petani.
Selain beras, Mentan Amran juga membawa kabar baik mengenai komoditas gula. Indonesia menargetkan tidak akan melakukan impor gula kristal putih pada 2026 seiring penguatan produksi tebu, khususnya di Jawa Timur.
Editor : Hany Akasah