RADAR SURABAYA BISNIS – Olahraga padel mengalami pertumbuhan pesat di Indonesia dalam dua tahun terakhir, menjadikan tren olahraga urban yang membuka peluang bisnis baru di Indonesia.
Permainan olahraga padel ini memadukan unsur tenis dan squash yang dimainkan menggunakan raket tanpa senar dan relatif mudah dipelajari, serta tidak membutuhkan lapangan besar, sehingga membuat padel cepat diminati oleh masyarakat perkotaan.
Termasuk profesional dan pebisnis muda, khususnya di kalangan kota-kota besar seperti Jakarta, Bali, dan Surabaya.
Olahraga padel termasuk kategori santai dan mudah diakses, sehingga membuka ruang interaksi yang lebih intens dengan para pemain dibandingkan olahraga lainnya.
Seiring bertambahnya minat masyarakat, jumlah fasilitas padel pun terus bertambah. Sejumlah pengelola olahraga dan investor mulai membangun lapangan padel sebagai bagian dari sport center, klub eksklusif, hingga kawasan komersial terpadu.
Model bisnis ini dinilai menjanjikan karena padel dimainkan secara berpasangan, sehingga tingkat pemanfaatan lapangan lebih tinggi dibandingkan olahraga raket lainnya.
Selain fasilitas, komunitas padel juga tumbuh aktif melalui media sosial dan turnamen internal. Aktivitas ini mendorong loyalitas pemain sekaligus menciptakan pasar berkelanjutan bagi pengelola lapangan.
Baca Juga: BPS Laporkan Jumlah Kunjungan Wisman selama Januari hingga November 2025, Berikut Rinciannya
Tidak hanya dari penyewaan lapangan, peluang bisnis padel meluas ke berbagai sektor pendukung. Mulai dari pelatihan dan akademi padel, penyewaan pelatih profesional, hingga penjualan perlengkapan seperti raket, sepatu khusus, dan apparel olahraga.
Beberapa usaha pelaku juga mengintegrasikan konsep gaya hidup dengan menghadirkan kafe, ruang kerja bersama, hingga event networking di area lapangan padel.
Strategi ini menjadikan padel bukan sekadar olahraga, tetapi juga sarana membangun hubungan bisnis.
Padel dinilai memiliki daya tarik yang kuat bagi investor karena tren globalnya yang terus meningkat, terutama di Eropa dan Timur Tengah.
Di Indonesia, padel mulai melirik brand olahraga, properti, hingga perbankan sebagai sarana promosi dan aktivasi merek yang menyasar segmen menengah ke atas.
Baca Juga: Izin 2.300 Distributor Pupuk Dicabut gara-gara Naikkan Harga di Atas HET
Namun demikian, para pengamat bisnis mengingatkan pentingnya perencanaan yang matang. Lokasi strategis, kualitas fasilitas, serta pengelolaan komunitas menjadi faktor kunci agar bisnis dapat berkelanjutan dan tidak sekadar mengikuti tren dalam sekejap.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat dan aktivitas sosial, padel diperkirakan masih memiliki prospek pertumbuhan positif pada Tahun 2026.
Baca Juga: ICDX Catat Volume Transaksi 28.621 Lot di Perdagangan Pertama 2026
Kolaborasi antara pelaku usaha, komunitas, dan asosiasi olahraga yang dinilai dapat memperkuat ekosistem padel di tingkat nasional.
Editor : Hany Akasah