Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Bukan Cuma Perhiasan, Komoditas Emas Putih Ini Siap Jadi Primadona Baru Ekspor Jatim 2026

Hany Akasah • Selasa, 6 Januari 2026 | 17:22 WIB

ILUSTRASI: Produk Sarang Burung Walet yang Menjadi Salah Satu Potensi Ekspor Besar Jawa Timur.
ILUSTRASI: Produk Sarang Burung Walet yang Menjadi Salah Satu Potensi Ekspor Besar Jawa Timur.

RADAR BISNIS – Performa perdagangan internasional Jawa Timur terus menanjak tajam sepanjang 2025 dan berpeluang mencetak rekor baru di tahun 2026. Data terbaru BPS Jatim menunjukkan bahwa nilai ekspor kumulatif sejak awal tahun hingga November 2025 telah menyentuh angka 27,63 miliar dollar AS.

Pertumbuhan sebesar 15,33 persen ini membuktikan ketangguhan ekonomi Jatim di pasar global, yang ke depannya akan diperkuat dengan perluasan kemitraan strategis.

Pencapaian gemilang ini diproyeksikan akan terus melesat pada tahun 2026, seiring dengan penguatan kerja sama strategis dengan negara tujuan utama, salah satunya negara Tiongkok (China).

 Baca Juga: Produksi Jagung di Tahun 2025 Bisa Capai 16,11 Juta Ton

Kepala BPS Provinsi Jatim, Zulkipli, mengungkapkan bahwa motor penggerak utama ekspor Jatim adalah sektor nonmigas yang tumbuh 17,04 persen. Jika ditinjau dari lapangan usaha, sektor industri pengolahan (manufaktur) melonjak 17,42 persen, disusul sektor pertanian yang naik 12,37 persen.

Menariknya, komoditas perhiasan dan permata menjadi primadona dengan kontribusi sebesar 23,33 persen terhadap total ekspor nonmigas.

"Meskipun secara volume ekspor perhiasan turun 82,01 persen, namun nilai ekspornya justru naik 35,56 persen. Hal ini dipicu oleh kenaikan harga emas perhiasan di pasar global yang mencapai 655,19 persen," jelas Zulkipli di Surabaya, Senin (5/1/2026).

Baca Juga: Pengusaha Sebut Perputaran Uang Nataru Lebih dari Rp 107,56 Triliun

Tidak hanya perhiasan, komoditas tembaga serta lemak dan minyak hewan/nabati tetap menjadi andalan ekspor dari Jawa Timur ke berbagai belahan dunia. 

Menginjak tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai menyusun strategi untuk memperluas komoditas unggulan. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan perhatian khusus pada komoditas sarang burung walet.

Dalam pertemuan dengan Konsul Jenderal China, Ye Su, di Surabaya (3/1/2026), Khofifah menegaskan kesiapan Jatim untuk memenuhi permintaan pasar Tiongkok yang sangat besar terhadap produk ini.

 Baca Juga: Indonesia Antisipasi Situasi Venezuela dengan Cara Ini

"Sarang burung walet adalah peluang besar bagi Jawa Timur. Kami optimistis ekspor ke Tiongkok dapat terus ditingkatkan dengan memastikan kualitas produk memenuhi standar karantina internasional," ujar Khofifah.

Selain perdagangan, kerja sama ini juga mencakup bidang manufaktur. Mengingat kontribusi industri manufaktur Jatim mencapai 31,16 persen di atas rata-rata nasional, Jatim siap menjadi mitra strategis bagi investor asal Negeri Tirai Bambu tersebut.

Konjen China, Ye Su, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia mengapresiasi keseriusan Pemprov Jatim dalam menyiapkan SDM dan infrastruktur perdagangan. (han) 

Editor : Hany Akasah
#sarang burung walet #bisnis #ekspor #surabaya #emas