Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Produksi Jagung di Tahun 2025 Bisa Capai 16,11 Juta Ton

Nofilawati Anisa • Selasa, 6 Januari 2026 | 14:56 WIB
PANEN: Potensi produksi jagung pipilan kering sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 16,11 juta ton.
PANEN: Potensi produksi jagung pipilan kering sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 16,11 juta ton.

RADAR SURABAYA BISNIS - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 16,11 juta ton.

Jumlah itu meningkat 6,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa (Disjas) BPS, Pudji Ismartini, mengatakan, capaian tersebut menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan tahun lalu.

Menurutnya, produksi jagung nasional pada 2025 meningkat hampir satu juta ton.

“Angka ini mengalami peningkatan sebanyak 0,97 juta ton dibandingkan dengan Januari hingga Desember 2024,” ujarnya dalam keterangannya dikutip, Selasa (6/1).

BPS juga mencatat produksi jagung pada November 2025 berada di level yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi ini menunjukkan tren produksi yang relatif lebih baik.

“Pada November 2025, produksi jagung diperkirakan mencapai 1,03 juta ton dan lebih tinggi dibandingkan November 2024 yang sebesar 0,98 juta ton,” lanjutnya.

Untuk periode ke depan, BPS memperkirakan produksi jagung masih berada pada level yang cukup stabil.

Potensi produksi pada akhir 2025 hingga awal 2026 juga mengalami kenaikan.

“Potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada Desember 2025 hingga Februari 2026 diperkirakan sebesar 4,22 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 0,03 juta ton atau 0,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” tuturnya.

Dari sisi luas panen, hasil pengamatan Survei Kerangka Sampel Area (KSA) menunjukkan luas panen jagung pipilan pada November 2025 mencapai 0,16 juta hektare, meningkat dibandingkan November 2024 yang seluas 0,14 juta hektare.

Sementara itu, potensi luas panen pada Desember 2025 hingga Februari 2026 diperkirakan mencapai 0,70 juta hektare.

“Potensi luas panen jagung pipilan pada Desember 2025 hingga Februari 2026 mengalami penurunan sebesar 0,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ungkap Pudji.

Secara kumulatif, BPS memperkirakan potensi luas panen jagung pipilan sepanjang Januari hingga Desember 2025 mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu.

“Dengan demikian, potensi luas panen jagung pipilan sepanjang Januari hingga Desember 2025 diperkirakan seluas 2,72 juta hektare atau mengalami peningkatan sebesar 0,17 juta hektare atau 6,73 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” katanya. (cha/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#produksi #badan pusat stastik (bps) #Survei Kerangka Sampel Area #luas panen #jagung pipilan kering