Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Industri Manufaktur Diyakini Tetap Jadi Penopang Ekspor

Nofilawati Anisa • Jumat, 2 Januari 2026 | 15:37 WIB

 

PABRIK: Industri manufaktur masih menjadi penopang kinerja ekspor di 2025.
PABRIK: Industri manufaktur masih menjadi penopang kinerja ekspor di 2025.

RADAR SURABAYA BISNIS - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memproyeksikan ekspor Indonesia masih akan bertumbuh pada 2026.

Kemendag memperkirakan sektor manufaktur berteknologi tinggi akan menjadi kontributor utama.

Seperti diketahui, sepanjang Januari–Oktober 2025, nilai ekspor Indonesia mencapai USD 234,04 miliar, naik 6,96 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Peningkatan tersebut didorong ekspor nonmigas, terutama dari komoditas utama seperti minyak kelapa sawit (CPO), besi dan baja, serta produk elektronik,” ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemendag, Ni Made Kusuma Dewi.

Untuk tahun ini, Dewi mengatakan kinerja ekspor Tanah Air akan didukung kebijakan yang fokus pada peningkatan nilai tambah produk, efisiensi biaya, diversifikasi pasar, serta percepatan pemanfaatan perjanjian perdagangan internasional.

Terkait sektor, Kemendag menilai industri otomotif serta elektronik menengah hingga tinggi relatif tangguh tahun ini.

"Sektor ini didukung oleh kapasitas produksi yang kuat dan keterintegrasian dalam rantai pasok regional, khususnya melalui pemanfaatan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP)," terang Dewi.

Di sisi lain, Dewi mengungkap, sejumlah produk primer juga diperkirakan masih berpotensi mengalami peningkatan ekspor seiring dengan kenaikan harga di pasar global.

Misalnya batubara, CPO, produk perikanan termasuk udang, karet, serta produk logam seperti aluminium, tembaga, dan nikel.

Ia menambahkan, Dana Moneter Internasional (IMF) dalam World Economic Outlook (WEO) Oktober 2025 memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global pada 2026 diperkirakan mencapai 3,1 persen.

Angka ini turun tipis dibanding proyeksi 2025 yang sebesar 3,2 persen.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diproyeksikan naik 4,94 persen. (tan/opi)

 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#manufaktur #berteknologi tinggi #kementerian perdagangan (kemendag) #ekspor indonesia #ekspor nonmigas #diversifikasi pasar