Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Nilai Tambah Manufaktur RI Capai USD 265,07 Miliar

Nofilawati Anisa • Sabtu, 27 Desember 2025 | 04:55 WIB
Agus Gumiwang Kartasamita
Agus Gumiwang Kartasamita

RADAR SURABAYA - Industri makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu subsektor yang mencatatkan kinerja kuat pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Apalagi, adanya tren konsumsi rumah tangga yang terus meningkat, pertumbuhan industri mamin juga diproyeksikan akan terus menguat.

Sekaligus mempertegas perannya sebagai kontributor utama sektor industri pengolahan nonmigas.

“Industri ini tidak hanya menjadi penopang pertumbuhan manufaktur nasional, tetapi juga sangat strategis dalam menyediakan kebutuhan dasar masyarakat, memperkuat rantai pasok pangan, serta memastikan ketersediaan produk yang aman, terjangkau, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Jumat (26/12/2025).

Berdasarkan data World Bank dan United Nations Statistics, nilai Manufacturing Value Added (MVA) atau nilai tambah manufaktur Indonesia pada tahun 2024 mencapai USD 265,07 miliar.

Capaian itu disebut tertinggi sepanjang perjalanan industri nasional.

Capaian ini menempatkan Indonesia dalam 15 besar negara manufaktur dunia, serta terbesar kelima di Asia setelah China, Jepang, India, dan Korea Selatan.

Di kawasan ASEAN, nilai MVA Indonesia berada pada posisi tertinggi, melampaui Thailand dan Vietnam.

“Kenaikan MVA ini menjadi indikator bahwa struktur industri nasional semakin kuat dan berdaya saing. Pemerintah terus mendorong kebijakan hilirisasi, peningkatan penguasaan teknologi, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif untuk mempercepat transformasi industri,” tutur Agus.

Dalam State of The Global Islamic Economy Report 2024/2025, Indonesia menempati peringkat ke-3 dalam ekosistem industri halal global.

Dengan kenaikan skor tertinggi sebesar 19,8 poin dibandingkan tahun 2022.
Indonesia juga menunjukkan performa unggul pada tiga sektor utama yang relevan dengan industri manufaktur, yaitu modest fashion, farmasi dan kosmetik halal, dan makanan dan minuman halal.

Oleh karena itu, saat menghadiri kegiatan gala dnner perayaan HUT sebuah pabrik mamin, Agus menyampaikan apresiasinya.

Ia menilai industri mamin terkait dinilai konsisten memberikan kontribusi bagi perkembangan industri makanan dan minuman nasional.

Menurut Agus, industri terkait telah menunjukkan komitmen kuat selama lebih dari tiga dekade melalui berbagai inisiatif seperti inovasi produk, peningkatan kualitas dan keamanan pangan, pengembangan riset, pembinaan UMKM pemasok, hingga penciptaan lapangan kerja.

“Upaya ini tidak hanya untuk menjamin kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan posisi Indonesia pada sektor makanan dan minuman halal global, serta memperkuat reputasi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia,” katanya. (nis/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#manufaktur #makanan dan minuman #konsumsi rumah tangga #menteri perindustrian #Agus Gumiwang Kartarsasmita #industri #non migas #kemenperin