Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Ritel Perhiasan Ekspansif di Tengah Ketidakpastian Harga Emas Dunia

Nofilawati Anisa • Senin, 22 Desember 2025 | 04:47 WIB
LARIS: Sejumlah konsumen sedang memilih perhiasan di gerai Wahyu Redjo Pakuwon City Surabaya.
LARIS: Sejumlah konsumen sedang memilih perhiasan di gerai Wahyu Redjo Pakuwon City Surabaya.

RADAR SURABAYA BISNIS – Harga emas dunia diprediksi masih berpeluang naik pekan depan.

Namun, sejumlah pengamat pasar komoditas menyebut jika harga emas masih dapat terkoreksi, melihat dinamika pasar global.

Mereka memprediksi harga emas dunia turun di support pertama adalah USD 4.291 per troy ons. Kemudian support kedua di USD 4.256 per troy ons.

Fluktuasi harga emas didorong oleh beberapa perkembangan ekonomi dan politik global.

Salah satunya, kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang diantisipasi akan menurunkan suku bunga dalam pertemuan di bulan Januari 2026 mendatang.

Pendorong harga emas juga dipengaruhi ketegangan di Timur Tengah, Eropa Timur, hingga Selat Karibia.

Meskipun harga emas dunia masih bergulat dengan ketidakpastian namun pengusaha ritel perhiasan tetap optimistis bahwa industri terkait masih bisa berjalan kondusif.

Keoptimisan itu diwujudkan dengan penambahan gerai baru, seperti yang dilakukan toko perhiasan Wahyu Redjo.

Manajemen Representatif Wahyu Redjo Group Diana Kusuma Atmaja mengatakan, harga emas dunia memang sedang bergejolak, namun industri atau perdagangan perhiasan emas di dalam negeri masih menunjukkan kegairahan.

“Masyarakat masih membutuhkan perhiasan emas untuk dua hal penting, baik investasi maupun untuk lifestyle,” ujarnya, Minggu (21/12).

Diakui Diana, investasi emas dalam bentuk logam mulia bisa jadi mengalami penurunan. Tapi, tidak dengan perhiasan emas.

“Masyarakat masih punya gairah yang besar untuk membeli perhiasan. Karena bagi mereka, beli perhiasan tidak sekadar untuk gaya-gayaan tapi juga sekalian untuk investasi,” sambungnya.

Kegairahan konsumen inilah yang ditangkap menejeman Wahyu Redjo dengan terus menambah gerai maupun outlet baru.

Penambahan salah satunya dilakukan dengan menggandeng Pakuwon Group.

“Kami menambah satu gerai di Pakuwon City. Sebelumnya kami juga sudah ada di Royal Plaza dan Pakuwon Trade Center (keduanya milik Pakuwon Group. Red),” ujarnya.

Lebih jauh Diana menjelaskan, ke depan Wahyu Redjo akan membuka banyak cabang di sejumlah propeti milik Pakuwon Group. Tidak hanya yang ada di Jawa Timur, tapi juga di provinsi lain.

Misalnya di Jawa Tengah ada Pakuwon Mall Solo Baru dan di Jogjakarta ada Pakuwon Mall Jogja.

“Ekspansi ini karena industri ritel perhiasan terus berkembang di tengah harga emas global yang terus naik,” ujarnya.

Untuk menyiasati market, Diana menjelaskan jika Wahyu Redjo terus melakukan inovasi-inovasi.

Di antaranya menyediakan perhiasan dengan karat yang lebih kecil serta model yang kekinian, disesuaikan dengan selera market.

“Kita punya perhiasan dengan karat paling kecil sampai mendekati logam mulia. Mulai 6, 8 karat hingga yang karatnya hampir 24,” urainya.

Diakui Diana, pasar perihasan emas masih tidak baik-baik karena kondisi perekonomian nasional.

Namun, daya beli masyarakat terhadap perhiasan masih meningkat.

“Harga emas memang naik, tapi peminat perhiasan emas tetap banyak,” pungkasnya. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#ritel #perhiasan #harga emas dunia #ekspansif #emas #gerai baru #Potensi Market #wahyu redjo #pakuwon city