RADAR SURABAYA BISNIS - PT PLN (Persero) menyiagakan 1.515 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Jumlah itu tumbuh tiga kali lipat dari momentum yang sama tahun lalu sebanyak 500 unit.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto menjelaskan, kendaraan listrik di Indonesia juga tumbuh signifikan. Pada tahun lalu, jumlahnya baru sekitar 65.000 kendaraan dan saat ini sudah melonjak tinggi.
Dia memprediksi jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan listrik pada periode Nataru akan mencapai 26.000 pemudik, lebih tinggi dari tahun lalu yang mencapai 12.183 pemudik.
“Nataru tahun ini kita menambah 3 kali lipat jumlah SPKLU-nya di seluruh jalan tol. Itu yang tahun lalu 500 jumlahnya SPKLU, sekarang kita tambah lagi menjadi 1.500 lebih 1.515 tepatnya,” kata Adi di kantor BPH Migas, Selasa (16/12).
Adi menjelaskan penambahan SPKLU dilakukan di seluruh ruas tol utama, baik di jalur Sumatera, Jawa, hingga Probolinggo.
Dengan penambahan tersebut, kata Adi, setiap rest area kini telah dilengkapi SPKLU sehingga pemudik yang menggunakan kendaraan listrik dapat mudik dengan lancar.
“Kemudian selain itu juga kami melayani hotline SPKLU mobile di mana apabila ada para pemudik yang kehabisan baterai di jalan itu bisa melakukan hotline kontak kepada kami,” ungkap Adi.
Sekadar catatan, penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) roda empat selama masa Posko Ramadan-Idulfitri (Rafi) 2025 mencapai 19.852 unit atau melonjak 460 persen dari periode mudik Lebaran tahun lalu yang sebanyak 4.314 unit.
Penggunaan EV tertinggi selama mudik Lebaran terdapat di DKI Jakarta, sedangkan terendah di Bengkulu, Gorontalo, dan Maluku Utara.
“Adapun, jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) selama periode siaga Rafi adalah 3.558 unit atau meningkat 274 persen dibandingkan dengan periode Rafi tahun lalu yang mencapai 1.299 unit,” ujar Direktur BBM BPH Migas Sentot sebelum Idulfitri lalu.
Jumlah SPKLU terbanyak berada di DKI Jakarta, sedangkan terendah di Kepulauan Riau.
Dari sisi transaksi, pengguna SPKLU pada periode Posko Rabu melakukan 17.192 transaksi di ruas tol, atau meningkat 490 persen dari tahun lalu.
Sementara itu, di ruas nonjalan tol tercatat sebanyak 66.596 transaksi. “Jumlah transaksi tertinggi terjadi di tol Jakarta—Cikampek, yaitu 994 kali,” papar Sentot.
Berdasarkan volume pengguna EV dan transaksi di SPKLU tersebut, BPH Migas mendata pertumbuhan pengisian listrik untuk EV pada periode Rafi menembus 2.029,88 MW atau 581 persen dari realisasi tahun lalu. (blo/opi)
Editor : Nofilawati Anisa