Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kolaborasi Berbasis Kepercayaan Peternak Sapi Perah dan Produsen Susu Tingkatkan Kualitas Susu Segar Dalam Negeri

Nofilawati Anisa • Selasa, 16 Desember 2025 | 05:39 WIB

 

RAJIN: Nestlé Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan perekonomian nasional, melalui pemberdayaan para pemasok bahan baku, seperti para peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur.
RAJIN: Nestlé Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan perekonomian nasional, melalui pemberdayaan para pemasok bahan baku, seperti para peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur.

RADAR SURABAYA BISNIS – Peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur mempunyai ikatan yang kuat dengan Nestle Indonesia.

Kemitraan mereka dimulai dengan pendampingan, edukasi dan bantuan untuk peningkatan kualitas dan kuantitas susu sapi segar, maupun peningkatan kesejahteraan komunitas peternak sapi perah rakyat, dan sekarang telah berkembang untuk mendorong implementasi pertanian regeneratif.

Saat ini, lebih dari 13.000 peternak sapi perah rakyat dari 28 koperasi di Jawa Timur merupakan mitra kerja Nestlé Indonesia.

Nah, tahun ini Nestlé Indonesia memperingati 50 tahun kemitraannya bersama para peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur.

Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia Georgios Badaro mengatakan, kisah bermula pada 1975, ketika perusahaan membeli 160 liter susu segar dari sebuah koperasi di Pujon, Malang.

“Dengan dukungan tim Milk Procurement and Dairy Development (MPDD), tujuan awal kami adalah meningkatkan produktivitas dan kualitas susu segar melalui pendampingan teknis dan pelatihan, serta dukungan finansial untuk pengadaan peralatan peternakan,” ungkap Georgios dalam keterangannya, Senin (15/12).

Selama 50 tahun terakhir, Nestle Indonesia telah membangun kemitraan yang kuat dengan ribuan peternak sapi perah, koperasi, serta pemerintah pusat dan daerah, dan berperan penting dalam membangun komunitas persusuan yang tangguh di Jawa Timur.

“Di Nestlé, kami selalu meyakini bahwa untuk dapat bertumbuh dan berkembang, komunitas yang kami layani dan tempat kami beroperasi juga harus turut berkembang,” lanjutnya.

Capaian yang diraih selama 50 tahun terakhir menjadi bukti nyata kuatnya kolaborasi, dan seiring melangkah ke depan, komitmen kami tetap sama.

Menghadiri peringatan 50 tahun kemitraan antara PT Nestle Indonesia dengan peternak sapi perah rakyat Jawa Timur, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Dr. drh. I Ketut Wirata, MSi menyampaikan apresiasinya.

“Kemitraan jangka panjang antara PT Nestlé Indonesia dan peternak sapi perah rakyat selama lima dekade merupakan contoh kolaborasi strategis yang mampu menjawab tantangan ketersediaan susu segar dalam negeri, mutu dan keamanan pangan asal hewan, serta keberlanjutan usaha peternakan rakyat,” ungkapnya.

Ia menyebut, kemitraan tersebut membuktikan bahwa kolaborasi berbasis kepercayaan mampu meningkatkan kualitas susu segar dalam negeri sekaligus memperkuat kesejahteraan peternak sapi perah rakyat.

Pemerintah terus mendorong penguatan sistem persusuan nasional melalui peningkatan produktivitas, kesehatan hewan, dan penguatan koperasi, sejalan dengan semangat Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN).

“Pemerintah membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pelaku usaha, asosiasi, dan koperasi untuk mendorong investasi, inovasi, serta adopsi teknologi di tingkat peternak,” sambungnya.

Sejalan dengan hal tersebut, penguatan industri persusuan nasional juga dipandang sebagai bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan dan daya saing produk peternakan Indonesia.

Upaya peningkatan kapasitas peternak dan koperasi, penguatan investasi industri, serta kolaborasi lintas sektor menjadi faktor kunci untuk memastikan keberlanjutan rantai pasok susu segar dalam negeri sekaligus mendorong pertumbuhan industri yang inklusif dan berkelanjutan.

Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Peternakan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Karsan, S.SOS., M.M, juga menyampaikan optimismenya terhadap industri persusuan nasional.

"Industri susu Indonesia memiliki potensi yang sangat besar,” tegasnya.

Karsan menjelaskan, pemerintah percaya bahwa masa depan industri persusuan Indonesia akan ditentukan oleh tiga hal.

Yang pertama adalah penguatan kapasitas peternak dan koperasi memperkuat akses pembiayaan, teknologi, dan pendampingan agar produktivitas meningkat secara berkelanjutan.

Berikutnya, investasi industri dalam negeri. “Kami mengapresiasi langkah Nestlé yang terus meningkatkan kapasitas produksi, memperluas fasilitas, dan memperkuat rantai pasok susu segar local,” ujarnya.

Berikutnya adalah kolaborasi lintas sektor. “Tidak ada satu pihak pun yang bisa bekerja sendiri. Pemerintah, industri, koperasi, akademisi, dan peternak harus berjalan bersama dalam satu visi, yakni mewujudkan swasembada susu nasional,” katanya.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Merijanti Punguan Pintaria mengatakan, untuk mendorong kemajuan industri susu nasional di Indonesia, baik Nestlé Indonesia dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia turut memperkuat rantai pasok bahan baku susu segar dalam negeri.

Antara lain dengan peningkatan teknologi melalui bantuan mesin peralatan digitalisasi di pos penampungan susu dan peralatan cooling unit untuk meningkatkan kualitas bahan baku bagi industri.

“Hingga 2024, digitalisasi telah diterapkan di Jawa Barat dan Jawa Timur, serta melibatkan ribuan peternak sapi perah. Kami berharap kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta seperti Nestlé Indonesia dapat berlanjut dan menjadi tolak ukur bagi industri pengolahan susu untuk semakin memperkuat rantai pasok dalam mewujudkan industri yang tangguh dan berdaya saing,” ujarnya.

Pengembangan peternakan sapi perah rakyat berkelanjutan di Jawa Timur baik dari aspek teknologi dan edukasi, menunjukkan komitmen perusahaan untuk mendorong penggunaan serta meningkatkan kualitas bahan baku susu segar di Indonesia.

“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta seperti Nestlé Indonesia dapat berlanjut dan menjadi tolak ukur bagi industri pengolahan susu untuk semakin memperkuat rantai pasok dalam mewujudkan industri yang tangguh dan berdaya saing,” jelasnya.

Melalui strategi Good for You, Nestlé Indonesia memahami pentingnya bahan baku berkualitas untuk menghasilkan produk-produk bergizi yang dihasilkan oleh perusahaan.

Pada saat yang bersamaan melalui Good for Planet, Nestlé Indonesia memastikan para mitra, seperti para peternak sapi perah rakyat mengimplementasikan praktik pertanian yang berkelanjutan demi keberlangsungan alam bagi generasi penerus.

Sustainable Agri Advisor PT Nestlé Indonesia Syahrudi, menambahkan, upaya perusahaan dalam mentransformasi praktik usaha lokal tidak hanya berhenti pada dukungan kepada peternak, tetapi juga mencakup pendekatan pertanian regeneratif yang memulihkan dan merevitalisasi ekosistem.

“Kami berkomitmen untuk mengurangi dampak negatif sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan,” kata Syahrudi.

Hingga kini, Nestle Indonesia telah membangun 8.700 unit biogas dan 2.000 fasilitas aplikasi pupuk kandang untuk mengubah limbah menjadi energi bersih dan pupuk alami.

Lebih dari 200.000 pohon legum seperti Calliandra dan Indigofera, telah ditanam melalui program silvopastura untuk mendukung restorasi tanah. (ara/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#jawa timur #pasuruan #pujon #nestlé indonesia #produsen susu #kemitraan #peternak sapi perah #koperasi #malang #susu segar