Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Berkontribusi Besar terhadap Penurunan Stunting, Menteri Wihaji Apresiasi Produsen Susu

Nofilawati Anisa • Sabtu, 13 Desember 2025 | 03:48 WIB
UKUR: Program Pendampingan Gizi Nestle Indonesia mendapat apresiasi pada Genting Collaboration Summit 2025
UKUR: Program Pendampingan Gizi Nestle Indonesia mendapat apresiasi pada Genting Collaboration Summit 2025

RADAR SURABAYA BISNIS – Kerja keras Nestle Indonesia dalam Program Pendampingan Gizi membuahkan hasil.

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) memberikan penghargaan kepada produsen susu tersebut atas kontribusinya dalam percepatan penurunan stunting melalui Program Pendampingan Gizi.

Program mulia ini dilaksanakan di Karawang (Jawa Barat), Batang (Jawa Tengah), dan Pasuruan (Jawa Timur).

Penghargaan tersebut diberikan dalam Genting Collaboration Summit 2025, yang digelar di Jakarta, dengan tema “Sinergi untuk Negeri, Wujudkan Indonesia Bebas Stunting”.

Program Genting merupakan salah satu dari lima Quick Wins Kemendukbangga yang diluncurkan pada Desember 2024 dan kini memasuki tahun pertama implementasinya.

Program ini menjangkau seluruh Indonesia melalui pembentukan 38 Tim Pengendali Genting tingkat provinsi dan 512 Tim Pengendali Genting (TPG) tingkat kabupaten/kota.

Sepanjang 2025, Genting telah mencapai 157,39 persen dari target 1 juta penerima manfaat, mencakup dukungan gizi, sanitasi, air bersih, hunian layak, dan edukasi bagi lebih dari 1,3 juta masyarakat di seluruh Indonesia.

Genting Collaboration Summit menjadi forum monitoring tahunan sekaligus bentuk apresiasi bagi mitra pentahelix yang berperan sebagai Orang Tua Asuh (OTA) dalam percepatan penurunan stunting nasional.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Nestlé Indonesia.

“Percepatan penurunan stunting tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Upaya ini membutuhkan sinergi seluruh unsur pentahelix yang turun langsung mendampingi keluarga berisiko stunting,” katanya.

“Kami mengapresiasi Nestlé Indonesia yang sejak 2022 telah menunjukkan komitmen nyata melalui program gizi dan edukasi keluarga di berbagai daerah. Kolaborasi seperti ini diharapkan semakin memperkuat langkah bersama kita untuk mencapai target prevalensi stunting 14,2 persen pada tahun 2029,” sambung Wihaji.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas intervensi gizi yang dilakukan Nestlé Indonesia melalui pemberian satu butir telur dan satu gelas susu tinggi kalori setiap hari selama enam bulan, mulai Juli 2025 hingga Januari 2026.

Program tersebut telah menjangkau lebih dari 630 anak berisiko stunting, serta melibatkan lebih dari 1.350 orang tua, kader posyandu, dan ibu hamil dan menyusui di lebih dari 95 desa melalui edukasi mengenai gizi anak, pola makan sehat, keamanan pangan, jajanan sehat, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Presiden Direktur Nestlé Indonesia Georgios Badaro menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dalam percepatan penurunan stunting.

“Sebagai perusahaan Good food, Good life, Nestlé Indonesia berkomitmen memanfaatkan potensi makanan untuk meningkatkan kualitas hidup setiap individu, baik saat ini maupun bagi generasi mendatang,” katanya.

“Kami percaya bahwa gizi yang baik sejak usia dini merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak dan masa depan bangsa,” imbuhnya.

Ia menambahkan, penghargaan ini merupakan kehormatan sekaligus pengingat bahwa kolaborasi adalah kunci keberhasilan dalam upaya pencegahan stunting.

Intervensi gizi harus berjalan seiring dengan edukasi dan pemberdayaan keluarga agar mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

“Kami akan terus memperluas kontribusi kami dalam mendukung tumbuh kembang anak Indonesia secara optimal,” pungkasnya.

Marketing Manager PT Nestlé Indonesia Ankur Mittal menambahkan, keberhasilan percepatan penurunan stunting sangat ditentukan oleh konsistensi dan kekuatan kolaborasi di tingkat komunitas, termasuk peran keluarga sebagai garda terdepan.

“Kami percaya bahwa perubahan perilaku dan peningkatan literasi gizi merupakan fondasi penting untuk meningkatkan status kesehatan anak, termasuk melalui penyuluhan dan edukasi yang diberikan,” ujarnya. (ara/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#cegah stunting #pasuruan #menteri wihaji #nestlé indonesia #produsen susu #Intervensi Gizi #prevalensi stunting