Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pemerintah Gencarkan EHub Development untuk Kejar Rasio Kewirausahaan 3,6 Persen

Nofilawati Anisa • Jumat, 12 Desember 2025 | 23:11 WIB

 

SABAR: MIND ID memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM dalam pengembangan bisnis serta memperluas pasar.
SABAR: MIND ID memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM dalam pengembangan bisnis serta memperluas pasar.

RADAR SURABAYA BISNIS - Kementerian UMKM mencatat sejumlah perkembangan dalam upaya memperkuat inovasi dan kapasitas wirausaha inklusif sepanjang 2025.

Deputi Bidang Kewirausahaan, Siti Azizah, menyampaikan, pendampingan menjadi instrumen krusial untuk membangun ekosistem wirausaha yang adaptif.

Terutama dalam mendorong pencapaian target rasio kewirausahaan nasional.

"Pendampingan usaha menjadi pilar penting mewujudkan ekosistem kewirausahaan yang adaptif dan inklusif. Program ini dirancang untuk memenuhi target wirausaha nasional mencapai 3,6 persen pada 2029 dan 8 persen pada 2045," ujarnya, Jumat (12/12).

Melalui Asisten Deputi Pendampingan Inovasi dan Keberlanjutan Usaha, Kementerian UMKM mendampingi 936 wirausaha sepanjang tahun ini.

Proses pendampingan melibatkan 41 kolaborator dan 44 pendamping, serta mendapatkan keterlibatan 35 pemangku kepentingan dari kementerian dan lembaga, investor, lembaga keuangan, korporasi, hingga pelaku industri.

“Pendekatan kolaboratif ini difokuskan untuk memperkuat daya saing, keberlanjutan usaha, serta akses jejaring yang lebih luas,” sambungnya.

Asisten Deputi Pendampingan Inovasi dan Keberlanjutan Usaha, Edhi Kusdiyarwoko, menambahkan berbagai program strategis digelar sepanjang 2025.

Tujuannya untuk mendorong peningkatan kapasitas wirausaha, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas.

“Program Road to EHub Development pada Maret-Juli menjadi salah satu pintu awal penguatan wawasan teknologi bagi 336 wirausaha melalui sesi berbagi dan webinar yang membahas pemanfaatan data berbasis lokasi, recommerce, dan teknologi Artificial Intelligence,” jelasnya.

Program dilanjutkan dengan EHub Development pada Agustus-Desember yang memberikan konsultasi dan pendampingan bisnis bagi 400 wirausaha dari sektor agribisnis, F&B, fashion, kriya, dan teknologi.

Pendampingan khusus bagi wirausaha perempuan dan penyandang disabilitas juga dilakukan pada Oktober untuk meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan akses pemasaran digital.

Pada periode yang sama, Kementerian UMKM memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga pendamping, akademisi, dan komunitas melalui Penyelenggaraan Pendampingan Wirausaha Inovasi yang menjangkau 100 wirausaha.

"Kementerian UMKM berkomitmen memperkuat ekosistem kewirausahaan inovatif yang berkelanjutan melalui kolaborasi antarlembaga pendamping, akademisi, dan komunitas wirausaha," tegas Edhi. (ara/opi)

 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#kewirausahaan #pendampingan #inovasi #umkm #kapasitas #ekosistem #wirausaha #rasio