RADAR SURABAYA BISNIS - Bank Indonesia (BI) mencatatkan kinerja penjualan eceran atau ritel pada Oktober 2025 yang tumbuh positif.
Hal itu di antaranya didorong oleh sektor rekreasi dan makanan minuman (mamin).
“Pada Oktober 2025, IPR (Indeks Penjualan Riil) secara tahunan tumbuh sebesar 4,3 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan IPR bulan sebelumnya sebesar 3,7 persen (yoy),” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Rabu (10/12).
Denny mengatakan, pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh peningkatan penjualan kelompok barang budaya dan rekreasi serta makanan, minuman, dan tembakau.
“Secara bulanan, penjualan eceran pada Oktober tumbuh sebesar 0,6 persen (mtm), yang juga dipengaruhi oleh permintaan masyarakat menjelang persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal didukung oleh kelancaran distribusi,” terangnya.
Bank sentral, lanjut Denny, memperkirakan kinerja penjualan eceran pada November akan mengalami peningkatan.
IPR November diprediksi tumbuh sebesar 5,9 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 4,3 persen (yoy).
“Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan penjualan mayoritas kelompok, terutama perlengkapan rumah tangga lainnya, barang budaya dan rekreasi, suku cadang dan aksesori, serta makanan, minuman, dan tembakau,” jelasnya.
Denny mengungkapkan, secara bulanan, penjualan eceran pada November diprakirakan tumbuh sebesar 1,1 persen (mtm).
Pertumbuhan ini seiring dengan peningkatan permintaan masyarakat menjelang persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.
Adapun, dari sisi harga, tekanan inflasi pada tiga bulan yang akan datang, yaitu Januari 2026 diperkirakan meningkat, sementara pada enam bulan yang akan datang, yaitu April 2026 diperkirakan menurun.
“Hal itu tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Januari 2026 yang tercatat sebesar 163,2, lebih tinggi dibandingkan dengan 157,2 pada periode sebelumnya didorong oleh ekspektasi kenaikan harga bahan baku, upah, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan permintaan menjelang periode Ramadan 1447 H,” urai lulus Universitas Airlangga (Unair) itu.
Sementara itu, IEH April 2026 tercatat sebesar 161,7, lebih rendah dari periode sebelumnya sebesar 172,5 seiring dengan normalisasi permintaan pasca-HBKN Idulfitri. (opi)
Kinerja Penjualan Ritel
*Oktober 2025
IPR tumbuh 4,3 persen
IPR September 3,7 persen
Penopang:
1. Sektor rekreasi
2. Sektor budaya
3. Sektor mamin
4. Sektor tembakau
*November 2025
IPR diprediksi tumbuh 5,9 persen (yoy)
Penopang:
1. Sektor perlengkapan rumah tangga
2. Sektor barang budaya dan rekreasi
3. Sektor suku cadang dan aksesori
4. Sektor mamin
5. Sektor tembakau
Sumber: BI
Editor : Nofilawati Anisa