Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

BI Bawa Kabar Bahagia: Keyakinan Konsumen pada Kondisi Ekonomi di Level Optimistis

Nofilawati Anisa • Selasa, 9 Desember 2025 | 22:45 WIB

 

BELANJA: Konsumen mengamati sejumlah produk fesyen di salah satu gerai yang ada di pusat perbelanjaan.
BELANJA: Konsumen mengamati sejumlah produk fesyen di salah satu gerai yang ada di pusat perbelanjaan.

RADAR SURABAYA BISNIS - Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat pada November 2025 dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Oktober).

Hal ini terindikasi dalam hasil Survei Konsumen BI yang dirilis, Selasa (9/12).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, mengatakan, keoptimisan konsumen tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) November yang berada pada level optimistis dengan indeks lebih dari 100, yakni sebesar 124,0.

“IKK periode tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya yang sebesar 121,2,” ungkapnya, Selasa (9/12).

Ia menjelaskan, meningkatnya keyakinan konsumen pada November ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang masing-masing tercatat sebesar 111,5 dan 136,6, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 109,1 dan 133,4.

Secara lebih rinci, peningkatan IKE bersumber dari kenaikan seluruh komponen pembentuknya yaitu Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG), dan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) yang tercatat masing-masing sebesar 121,5, 109,4, dan 103,7, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 117,1, 107,5, dan 102,6.

Sementara pada IEK, kenaikan indeks ini bersumber dari peningkatan seluruh komponen pembentuknya, yaitu Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP), Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK), dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU), yang tercatat masing-masing sebesar 140,6, 135,3, dan 133,8, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 138,4, 132,0, dan 129,6.

Survei BI yang sama juga mencatat rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) pada November tercatat 74,6 persen.

Capaian itu stabil dibandingkan dengan proporsi pada sebelumnya yang sebesar 74,7 persen.

Proporsi pembayaran cicilan/utang (debt to income ratio) serta proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio), juga tercatat relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu masing-masing sebesar 11,0 persen dan 14,4 persen. (ara/opi)

 

 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#oktober #ekonomi #kondisi #radar surabaya bisnis #survei #konsumen #bank indonesia #kepercayaan #November 2025