RADAR SURABAYA BISNIS - Lebih dari 5.000 orang di Surabaya mengambil langkah proaktif melalui perubahan gaya hidup dengan nutrisi yang tepat dan aktivitas fisik teratur.
Langkah proaktif itu salah satunya dilakukan dengan mengikuti kegiatan OsteoWalk 10.000 Langkah dan OsteoRun 5 K, Minggu (30/11) pagi.
Selain di Surabaya, kegiatan ini juga dihelat di Medan dan Jakarta.
Di ketiga kota besar itu, total ada 22.000 warga yang berpartisipasi.
OsteoWalk 10.000 Langkah dan OsteoRun 5K digelar Anlene bersama Persatuan Osteoporosis Indonesia (Perosi) dalam rangka memperingati Hari Osteoporosis Nasional.
Salah satu tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan tingginya angka osteoporosis di Indonesia.
Dengan berpartisipasi dalam OsteoWalk 10.000 Langkah dan OsteoRun 5K, warga Surabaya mengambil langkah nyata melawan osteoporosis.
Kegiatan ini dilakukan sambil menikmati pemeriksaan kesehatan tulang gratis serta sesi edukasi mengenai kesehatan tulang, sendi, dan otot di area Parkir Barat dan Timur Plaza Surabaya.
Yang membuat kegiatan ini istimewa adalah para peserta mengajak orang tua mereka untuk tetap aktif bergerak bersama, menunjukkan bahwa tulang yang kuat membantu kita tetap aktif tanpa batasan usia.
Kampanye ini didasarkan pada hasil pemeriksaan terhadap lebih dari 500.000 orang di 16 kota, yang menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen di antaranya berisiko mengalami osteoporosis.
Faktanya, lebih dari 60 persen warga Surabaya berisiko mengalami pengeroposan tulang, berdasarkan lebih dari 50.000 pemeriksaan yang dilakukan di kota ini.
Data tersebut juga mengungkap bahwa mereka yang jarang berjalan kaki memiliki risiko osteoporosis 1,4 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang aktif berjalan.
Hal ini menegaskan bahwa aktivitas sederhana seperti berjalan setiap hari berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot.
Selain itu, data nasional menunjukkan bahwa dua dari lima penduduk Indonesia berisiko mengalami osteoporosis, sehingga diperlukan kesadaran dan tindakan kolektif untuk mengatasinya.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan, hasil Anlene Bone Scan 2024–2025 mencatat bahwa lebih dari 60 persen warga Surabaya berisiko mengalami pengeroposan tulang, sehingga upaya pencegahan harus terus ditingkatkan.
“Karena itu, kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan Anlene OsteoWalk 10.000 Langkah dan OsteoRun yang digagas Anlene bersama Perosi,” ungkap Emil.
Ia menyebut kegiatan ini menunjukkan sinergi yang baik dalam menggerakkan ribuan warga Surabaya untuk lebih aktif menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot.
“Saya mengajak seluruh warga Surabaya untuk mulai mencegah osteoporosis sedini mungkin dengan rutin beraktivitas fisik serta memenuhi kebutuhan nutrisi. Dengan kebiasaan yang sederhana namun konsisten, kita dapat menjaga tulang tetap kuat dan memastikan warga Surabaya tetap sehat dan produktif,” tambah Emil yang hadir bersama istrinya, Arumi Bachsin.
Ketua Perosi Cabang Surabaya, Dr. dr. Jongky Hendro Prajitno, Sp.PD, KEMD, FINASIM, menambahkan, osteoporosis adalah kondisi ketika tulang menjadi rapuh dan keropos akibat berkurangnya kepadatan serta kualitas jaringan tulang.
Pada tahap awal, kondisi ini hampir tidak bergejala, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa kekuatan tulangnya perlahan menurun.
Karena itu, deteksi dini dan edukasi berkelanjutan sangat penting agar masyarakat memahami risikonya dan dapat mengambil langkah pencegahan sejak lebih awal.
Perlu diingat bahwa dengan pencegahan sedini mungkin, kepadatan tulang dapat dikelola dengan baik agar kualitas hidup tetap terjaga.
“Untuk itu, kami mendorong masyarakat Surabaya untuk mulai lebih memperhatikan kesehatan tulangnya melalui langkah-langkah sederhana namun efektif, dengan mulai dari rutin bergerak, memenuhi kebutuhan nutrisi seperti kalsium, vitamin D, protein, dan kolagen hingga melakukan pemeriksaan tulang secara berkala,” jelasnya.
President Director Fonterra Brands Indonesia, Yauwanan Wigneswaran, menegaskan komitmen Anlene selama lebih dari 20 tahun, dari generasi ke generasi, secara konsisten memberikan edukasi dan mengampanyekan pentingnya mencegah osteoporosis dan aktif bergerak.
“Hasil survei terhadap lebih dari 500.000 orang di 16 kota di Indonesia menunjukkan bahwa mereka yang minum Anlene memiliki risiko osteoporosis dua kali lebih rendah dibanding yang tidak minum Anlene,” ungkapnya.
Sementara itu, Arumi Bachsin, menyampaikan, sebagai ibu yang aktif mengurus keluarga dan berbagai aktivitas, ia selalu berusaha menjaga kesehatan dengan aktif bergerak setiap hari.
“Hari ini saya ikut bersemangat melihat antusiasme warga Surabaya yang luar biasa tinggi, melihat banyak masyarakat berjalan bersama dan mendampingi orang tuanya,” ungkapnya. (nis/opi)
Editor : Nofilawati Anisa