Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Produk Kopi Raup Potensi Transaksi Rp 52,47 Miliar di Korea

Nofilawati Anisa • Jumat, 28 November 2025 | 23:31 WIB

 

PANEN: Seorang pekerja memetik biji kopi di salah satu kebun. Kopi Indonesia diminati pasar internasional, salah satunya Korea.
PANEN: Seorang pekerja memetik biji kopi di salah satu kebun. Kopi Indonesia diminati pasar internasional, salah satunya Korea.

RADAR SURABAYA BISNIS - Indonesia memperoleh potensi transaksi USD 3,18 juta atau sekitar Rp 52,47 miliar di Seoul Café Show 2025, Korea Selatan yang berlangsung pada 19–22 November 2025.

Partisipasi Indonesia dalam gelaran ini merupakan bentuk kolaborasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul berkolaborasi dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan.

Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Seoul, Marviana Sendi Siregar, menyambut eksportir Indonesia yang menghadirkan delapan varian kopi Indonesia.

Ia juga mengungkap, selama ini sebagian besar konsumen di Korea Selatan telah mengenal kopi mandailing.

“Melalui Café Show 2025, banyaknya jenis kopi yang dipamerkan semakin memperkenalkan konsumen Korea Selatan kepada kekayaan cita rasa kopi Indonesia,” ungkap Marviana dalam keterangan resmi, Jumat (28/11).

Delapan jenis kopi yang dipamerkan di Paviliun Indonesia, di antaranya Mandeling G1, West Java, Mandeling Gayo Wet Hulled, Bali, Java Halu, Tobalu Wash, Tobalu Natural, dan Gayo Full Wash.

Seluruh varian ini dibawa oleh empat eksportir kopi dari Indonesia, yaitu PT Imela Jaya Bersama, PT Iceh Agro Indonesia, Koperasi Etika Enrekang, dan Halu Kopi yang berkolaborasi dengan JN Beans.

Selama Café Show 2025, Paviliun Indonesia turut mengadakan blind test coffee tasting untuk delapan jenis kopi kepada para pengunjung stan yang dipilih secara acak.

Blind test diikuti 221 pengunjung dari kalangan pebisnis kopi dan kafe, roaster, dan konsumen perorangan.

Blind test bertujuan mendapatkan tanggapan langsung dari konsumen Korea Selatan.

Wakil Kepala ITPC Busan, Agung Budiantho mengungkapkan, 22 persen peserta blind test coffee tasting memilih kopi dengan tingkat keasaman rendah dan aroma tebal, disertai cita rasa kacang (nutty) dan coklat.

“Dari blind test, mandailing menjadi jenis kopi yang paling banyak dipilih. Hasil ini akan bermanfaat sebagai referensi bagi ITPC Busan dalam mempersiapkan berbagai promosi kopi,” tambah Agung.

Sebagai informasi, pada periode Januari–September 2025, ekspor kopi Indonesia ke Korea Selatan tercatat sebesar USD 13,04 juta atau naik 5,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#korea #radar surabaya bisnis #kopi #pameran #kbri #Busan #transaksi #seoul