Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Hilirisasi dan Digitalisasi Jadi Jurus Pemerintah Sokong Kemandirian Ekonomi

Nofilawati Anisa • Jumat, 28 November 2025 | 04:23 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

“Inovasi dan adaptif menjadi kunci penting, dan kita bisa belajar dari pengalaman masa Covid-19 yang juga mengedepankan pedal gas dan rem.”

Airlangga Hartarto
Menko Bidang Perekonomian

RADAR SURABAYA BISNIS - Kemandirian ekonomi dalam negeri menjadi kunci untuk bertahan saat goncangan global datang.

Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebut, saat ini kondisi perekonomian Indonesia masih on-the-track.

Pertumbuha ekonomi pada triwulan III/2025 tercatat sebesar 5,04 persen.

Disusul tingkat inflasi pada Oktober tetap terjaga sesuai rentang target yakni sebesar 2,86 persen (year on year/yoy).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan, untuk mewujudkan kemandirian ekonomi diperlukan upaya kolektif yang nyata.

Keberhasilan pencapaian target ekonomi ditentukan seluruh elemen, meliputi pemimpin, sumber daya alam, kapasitas produksi, infrastruktur, dan sumber daya manusia yang harus sejalan.

“Pasalnya, perekonomian itu bisa diibaratkan seperti tim balap yang perlu tune-up cepat dan efektif. Inovasi dan adaptif menjadi kunci penting, dan kita bisa belajar dari pengalaman masa Covid-19 yang juga mengedepankan pedal gas dan rem,” kata Airlangga dalam keterangan resminya, Kamis (27/11).

Ia menjelaskan, kinerja indikator perekonomian lainnya, juga mencatat hasil cukup baik, antara lain Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September sebesar 115.

Lalu PMI Manufaktur Indonesia meningkat ke 51,2 di Oktober 2025.

“Untuk perkembangan ekspor, Neraca Perdagangan Indonesia pada September 2025 surplus USD 4,34 miliar, melanjutkan surplus selama 65 bulan berturut-turut, yang ditopang surplus sektor nonmigas senilai USD 5,99 miliar,” urainya.

Airlangga mengingatkan bahwa Indonesia juga perlu mendorong investasi berkualitas, terutama dengan hilirisasi dan digitalisasi.

Digitalisasi membutuhkan infrastruktur yang terdiri dari satelit, kabel optik, dan juga infrastruktur green economy atau renewable energy.

“Tantangan terdekat bagi kita yaitu mendorong ASEAN Power Grid (APG), yang sudah diputuskan dari KTT ASEAN beberapa waktu lalu di Kuala Lumpur, dan ini merupakan tantangan untuk Indonesia, terutama untuk menggabungkan dari Jawa, Sumatera, dan Kepri,” tegasnya.

Selanjutnya, capaian investasi pada periode Januari-September 2025 mencapai Rp 1.434,3 triliun atau meningkat 13,7 persen dari tahun sebelumnya.

Penyerapan tenaga kerja dari hasil investasi tersebut mencapai 1,95 juta orang.

“Investasi di bidang hilirisasi juga meningkat yaitu selama Januari-September 2025 mempunyai total nilai Rp 431,4 triliun atau 30,1 persen dari total realisasi investasi di periode yang sama,” beber Airlangga.

Ia menambahkan, pemerintah terus mendorong penguatan hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing nasional.

Hilirisasi ini menjadi fondasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV), khususnya industri baterai, sekaligus membuka arah baru menuju pengembangan industri semikonduktor.

“Pasar semikonduktor global diproyeksikan akan mencapai nilai USD 1 triliun pada 2030,” pungkasnya.

Sejalan dengan penguatan fondasi pada hilirisasi industri dan ekonomi hijau, Airlangga menyebut jika pemerintah juga mendorong ekonomi digital.

Ekonomi digital Indonesia tengah tumbuh pesat dan menjadi salah satu yang terbesar di ASEAN.

Pada 2024, nilai ekonomi digital Indonesia mencapai USD 90 miliar dan diproyeksikan melonjak hingga USD 360 miliar pada 2030. Salah satu sektor pendorong ekonomi digital yaitu keuangan digital.

“Pemanfaatan sektor keuangan digital Indonesia melalui QRIS telah menjangkau 57 juta konsumen dan 39 juta pelaku usaha termasuk warung kecil dan UMKM. Bahkan, saat ini sekitar 93 persen merchant QRIS merupakan UMKM,” pungkas Airlangga. (nis/ara)

Editor : Nofilawati Anisa
#airlangga hartaro #radar surabaya bisnis #Menko Perekonimian #hilirisasi #guncangan #kemandirian ekonomi #global #digitalisasi