Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Industri Keramik Diminta Tingkatkan Standar Produksi

Nofilawati Anisa • Kamis, 27 November 2025 | 16:12 WIB
FOKUS: Aktivitas di salah satu di pabrik keramik PT Arwana Plant 5 Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.
FOKUS: Aktivitas di salah satu di pabrik keramik PT Arwana Plant 5 Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

RADAR SURABAYA BISNIS - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pelaku industri keramik di dalam negeri untuk meningkatkan standar dan teknologi produksi guna memperkuat daya saing sekaligus menekan dominasi produk impor.

Sekretaris Balai Standardisasi Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Muhammad Taufik mengatakan peningkatan standar dan adopsi teknologi mutakhir menjadi hal penting agar produk nasional mampu bersaing di pasar domestik maupun global.

“Harapannya impor tidak masuk, dan kita dapat benar-benar mengandalkan industri dalam negeri. Konsumen juga akan tahu bahwa produk yang mereka beli sudah sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI),” ujar Taufik di Bandung, Rabu (26/11).

Taufik menambahkan Kemenperin terus memperkuat daya saing industri nasional melalui peluncuran Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) yang merupakan kerangka strategis jangka panjang untuk percepatan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut dia, sejumlah negara telah menerapkan teknologi produksi keramik yang sangat maju dan efisien.

Kondisi itu harus menjadi dorongan bagi industri nasional agar terus melakukan pembaruan.

“Teknologi harus di-upgrade secara berkelanjutan agar standar produk semakin membaik. Itu yang kami harapkan,” katanya.

Ia menegaskan sektor keramik dan mineral nonlogam diharapkan dapat naik kelas menjadi industri modern, efisien dan berdaya saing global melalui percepatan adaptasi teknologi.

“Pelaku industri kecil dan menengah (IKM) didorong mulai mengadopsi prinsip Industri 4.0, seperti otomatisasi proses, pemanfaatan teknologi informasi, pemasaran digital, serta penggunaan teknologi ramah lingkungan,”urai Taufik.

Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam Kemenperin, Azhar Fitri mengatakan SBIN menargetkan peningkatan pemerataan ekonomi melalui pengembangan industri rakyat dan IKM, khususnya di pedesaan yang terintegrasi dengan kawasan industri.

Strategi ini, kata dia, juga menekankan pembangunan industri hijau dan biru yang ramah lingkungan, perluasan lapangan kerja berkualitas, penguatan wirausaha, serta pengembangan industri kreatif dan hilirisasi untuk menambah nilai produk dalam negeri.

“Prioritas utama strategi ini antara lain perlindungan pasar domestik melalui perluasan cakupan TKDN serta penguatan instrumen tarif dan non-tarif. Selain itu, industri halal sebagai motor baru pertumbuhan juga menjadi prioritas,” ujarnya. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#industri keramik #daya saing #radar surabaya bisnis #pasar domestik #keramik impor #dalam negeri #Standar #global