Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kawasan Industri Halal Dapat Tax Holiday 20 Tahun

Nofilawati Anisa • Minggu, 23 November 2025 | 17:52 WIB

 

Ahmad Haikal Hasan
Ahmad Haikal Hasan

"Salah satu insentifnya, pelan-pelan kita bilangin. Salah satunya Tax Holiday itu 20 tahun, sampai kaya gitu, supaya menarik sekali."

Ahmad Haikal Hasan
Kepala BPJPH

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah terus memberikan kemudahan bagi investor yang ingin menanamkan dananya di industri halal nasional.

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) memastikan bahwa fasilitas insentif fiskal Tax Holiday akan diberlakukan selama 20 tahun di Kawasan Industri Halal (KIH) di seluruh Indonesia.

Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, mengungkapkan insentif ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan daya tarik investasi di sektor halal.

"Salah satu insentifnya, pelan-pelan kita bilangin. Salah satunya Tax Holiday itu 20 tahun, sampai kaya gitu, supaya menarik sekali," ujar pejabat yang akrab disapa Babeh Haikal, Minggu (23/11).

Sebagai informasi, Tax Holiday merupakan insentif fiskal berupa pengurangan atau pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) Badan bagi perusahaan yang melakukan investasi di sektor-sektor prioritas yang ditetapkan pemerintah.

Babeh Haikal mengungkapkan salah satu KIH yang pembangunannya hampir selesai dan siap diresmikan adalah Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS) di Provinsi Jawa Timur.

Seiring dengan kesiapan operasionalnya, fasilitas Tax Holiday selama 20 tahun pun akan langsung diberlakukan di kawasan tersebut.

“Salah satu yang kita bangun dan siap diresmikan itu Sidoarjo. Sidoarjo itu satu pabrik itu bisa merekrut 6.000-an karyawan. Itu yang paling penting ahli teknologinya, yang perlu kita segerakan pembukaan kawasan industri halal,” lanjut Babeh Haikal.

Pemberian insentif Tax Holiday yang fantastis selama 20 tahun ini bukan tanpa alasan.

Menurut Babeh Haikal, tujuannya adalah memperkuat ekosistem halal nasional agar Indonesia tidak lagi hanya menjadi pasar, melainkan menjadi pemain utama dalam rantai pasok halal dunia.

"Jika kita mampu memperkuat ekosistem halal nasional, maka Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi menjadi pemain utama dalam rantai pasok halal dunia," ujar Haikal.

Ia juga menekankan bahwa nilai halal tidak lagi harus dipahami semata-mata sebagai aspek kepatuhan terhadap regulasi atau norma keagamaan. Halal kini telah bertransformasi menjadi standar global yang sangat memengaruhi pola konsumsi dan arah perdagangan dunia.

"Halal bukan lagi sekadar persoalan agama saja. Di banyak negara, halal dipandang sebagai standar kualitas, keamanan, dan kesehatan. Halal adalah economic engine (mesin ekonomi) yang mendorong pertumbuhan perdagangan global," tegasnya.

Dengan dukungan insentif Tax Holiday dan infrastruktur yang memadai seperti HIPS, BPJPH berharap Indonesia dapat segera mengukuhkan diri sebagai pusat industri halal dunia.

HIPS merupakan salah satu kawasan industri di Indonesia yang didesain khusus dengan sistem dan fasilitas terintegrasi untuk mengembangkan industri produk halal.

Keberadaannya diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan KIH lainnya di masa depan.

Babeh Haikal menyoroti bahwa dampak positif yang paling terasa dari peresmian HIPS Sidoarjo adalah pada penyerapan tenaga kerja.

Proyeksi menunjukkan bahwa satu pabrik saja di kawasan tersebut dapat merekrut hingga 6.000 karyawan.

Angka ini menjadi angin segar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur.

Selain penyerapan tenaga kerja, fokus utama BPJPH adalah pada kualitas ahli teknologi yang akan bekerja di kawasan tersebut.

Percepatan pembukaan kawasan industri halal ini dinilai sangat penting untuk memastikan Indonesia mampu bersaing dalam hal inovasi produk halal global. (uta/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#Ahmad haikal Hasan #Kawasan Industri Halal #radar surabaya bisnis #ekosistem halal #HIPS #tax holiday #tenaga kerja #kawasan industri #halal industry park sidoarjo #investor