Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Nyaris Disusul Jawa Tengah, Kadin Jatim Langsung Tancap Gas Ajak Industri Perkuat Pemagangan untuk Tingkatkan Kompetensi SDM dan Daya Saing Teknologi

Mus Purmadani • Minggu, 23 November 2025 | 06:26 WIB

 

SAMBUTAN: Kadisperindag Jawa Timur, Iwan, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat sambutan dan membuka “Sosialisasi Program Ajakan Industri 2026” di Graha Kadin Jatim
SAMBUTAN: Kadisperindag Jawa Timur, Iwan, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat sambutan dan membuka “Sosialisasi Program Ajakan Industri 2026” di Graha Kadin Jatim

‎RADAR SURABAYA BISNIS - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menegaskan bahwa keterlibatan industri sangat krusial dalam membuka kesempatan pemagangan yang didukung pembiayaan pemerintah.

Menurutnya, Jawa Timur sempat hampir tersusul Jawa Tengah dalam hal serapan pemagangan berprogram pemerintah, sehingga pada tahun 2026 pihaknya ingin memastikan keterlibatan industri meningkat signifikan.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pemagangan sangat ditentukan oleh kesiapan instruktur di perusahaan.

Karena itu, Kadin turut diberi tugas untuk mensertifikasi pelatih tempat kerja agar pemagangan tersusun dan menghasilkan kompetensi nyata.

‎Dalam kesempatan itu, Adik juga membagikan pengalaman industri yang mendapatkan manfaat langsung dari pemagangan.

Ia menceritakan bagaimana mahasiswa magang mampu menyelesaikan persoalan efisiensi dan teknologi yang selama ini menjadi beban industri.

“Ketika saya terima pemagangan itu, anak-anak magang telepon dosennya untuk bagaimana memecahkan problem yang dihadapi industri,” ungkapnya.

Ia menegaskan, teknologi terapan dari kampus dapat menjadi solusi nyata bagi kebutuhan industri, terutama dalam efisiensi dan digitalisasi.

‎Sementara itu, Direktur PENS, Arif Irwansyah, menilai program Ajakan Industri merupakan momentum mempererat hubungan antara kampus dan dunia usaha.

Ia menyebut lebih dari 300 perwakilan industri hadir dalam acara tersebut, menunjukkan tingginya minat industri untuk berkolaborasi.

‎Arif menjelaskan bahwa model pembelajaran berbasis laboratorium yang diterapkan PENS memungkinkan mahasiswa menghasilkan riset yang aplikatif.

“Harapannya apa-apa yang kami kembangkan itu bisa dimanfaatkan oleh industri, atau sebaliknya industri menyampaikan ke kami untuk mengoptimalkan produk,” jelasnya.

Menurutnya, kampus memiliki SDM riset yang kuat, sementara industri memahami kebutuhan pasar. Kolaborasi keduanya akan menghasilkan solusi yang saling melengkapi.

‎Ia juga menyampaikan hasil studi ke Jepang terkait pola kolaborasi antara industri, kampus dan pemerintah.

“Poin pentingnya adalah masing-masing pihak paham potensi masing-masing, ketika ketiga stakeholder ini bersatu maka kemanfaatannya akan semakin besar,” ujarnya.

Arif berharap kegiatan ini tidak berhenti di diskusi, tetapi berlanjut pada rencana kerja nyata seperti identifikasi kebutuhan teknologi industri Jawa Timur.

‎Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Iwan, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa penguatan SDM merupakan fondasi ekonomi daerah.

Ia menyampaikan apresiasi terhadap sinergi industri dan kampus dalam mendorong inovasi yang berdampak pada produktivitas.

“Menyiapkan tenaga kerja yang berikan income terhadap negara, teman-teman semuanya yang menggerakkan roda perekonomian,” katanya.

‎Ia menambahkan bahwa kontribusi sektor industri pengolahan sebesar 31,16 persen terhadap PDRB Jawa Timur menunjukkan pentingnya inovasi berkelanjutan agar daya saing tetap terjaga.

Karena itu, ia mendorong industri memanfaatkan potensi riset kampus dan program hilirisasi riset yang diprakarsai pemerintah.

‎Iwan menjelaskan bahwa tidak semua industri memiliki akses terhadap teknologi atau kemampuan mengembangkan inovasi secara mandiri.

“Akses untuk mendapatkan inovasi teknologi masih menjadi kesulitan bagi sebagian besar industri Jawa Timur, kegiatan ini sangat luar biasa mudah-mudahan mampu mendorong inovasi di Jawa Timur,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh pelaku industri untuk aktif mengajukan kebutuhan teknologi agar dapat dijembatani melalui program pemerintah dan riset perguruan tinggi.

‎Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendikstaintek, Fauzan Adziman, menjelaskan arah kebijakan riset nasional yang kini digerakkan dari permasalahan nyata industri.

“Riset tidak lagi berbasis keinginan peneliti, tetapi kami mendengarkan apa yang dibutuhkan industri,” tegasnya.

Menurutnya, hilirisasi riset hanya dapat berhasil bila industri menjadi pemimpin riset dan kampus menjadi mitra penyelesai masalah.

“Kami membuat conveyor dari hulu sampai hilir, dari riset, prototipe, standar, hingga investasi,” pungkas Fauzan. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#industrialisasi #radar surabaya bisnis #kadin jatim #jawa tengah #pembiayaan #pemagangan #pemerintah #Adik Dwi Putranto