Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Rumput Laut Indonesia Diminati Investor Belanda

Nofilawati Anisa • Kamis, 20 November 2025 | 20:35 WIB
PANEN: Nelayan memanen rumput laut yang menjadi salah satu komoditas unggulan sektor kelautan dan perikanan nasional.
PANEN: Nelayan memanen rumput laut yang menjadi salah satu komoditas unggulan sektor kelautan dan perikanan nasional.

RADAR SURABAYA BISNIS - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan sektor rumput laut dan garam diminati investor dalam Investment and Business Matching yang diselenggarakan di Jakarta sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ikan Nasional.

"Terkait dengan minat investasi, yang paling banyak memang ke rumput laut (seaweed). Rumput laut, itu yang paling banyak," ujar Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Machmud dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (20/11).

Menurut Machmud, sektor rumput laut luar biasa karena tidak hanya bisa untuk pangan, tetapi juga untuk non pangan.

Indonesia sendiri merupakan negara rumput laut dengan hampir 1000 jenis rumput laut ada di Indonesia .

“Investor luar negeri yang tertarik untuk berinvestasi di sektor rumput laut Indonesia adalah Belanda,” sambungnya.

Terkait hilirisasi, Mochtar menyebut jika produk turunan dari rumput laut sendiri sangat beragam, seperti sedotan.

Dimana bahan baku sedotan sudah mulai tidak menggunakan lagi plastik melainkan memakai rumput laut.

Selain rumput laut, Machmud juga menyampaikan sektor garam juga diminati oleh investor dalam kegiatan Investment and Business Matching.

"Terkait garam kita menargetkan akan melakukan swasembada garam pada tahun 2027. Jadi ternyata dengan kebijakan seperti itu banyak investor yang berminat untuk bisa melakukan investasi di Indonesia," katanya.

Sebagai informasi, KKP memfokuskan komoditas rumput laut sebagai salah satu komoditas unggulan (champion).

Direktur Rumput Laut Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Nono Hartanto mengatakan, permintaan rumput laut sendiri di level global untuk ke depannya diproyeksikan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Proyeksi permintaan rumput laut tahun 2029 dimana total permintaan di pasar internasional sekitar 40 juta hingga 43 juta ton.

Kemudian kategori makanan siap konsumsi tetap menjadi permintaan yang terbesar, dengan kontribusi lebih dari setengah total permintaan.

“Serta pertumbuhan untuk kategori pakan akuakultur dan penggunaan lain menunjukkan potensi peningkatan yang cukup signifikan,” kata Nono. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#kementerian kelautan dan perikanan (kkp) #daya saing #radar surabaya bisnis #Hari Ikan Nasional #rumput laut #belanda #investor