“Misi dagang ini terus kita gelar di berbagai daerah di Indonesia untuk membantu pelaku usaha Jatim bertemu pasar yang lebih luas, sekaligus mendukung substitusi impor.”
Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Jatim
RADAR SURABAYA BISNIS - Transaksi misi dagang dan investasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) dengan Pemprov Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kendari menembus Rp 1,04 triliun.
“Alhamdulillah, misi dagang kali ini sukses dengan catatan transaksi sebesar Rp 1.048.520.600.000. Misi dagang ini terus kita gelar di berbagai daerah di Indonesia untuk membantu pelaku usaha Jatim bertemu pasar yang lebih luas, sekaligus mendukung substitusi impor dan meningkatkan nilai perdagangan dalam negeri,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kamis (20/11).
Ia menjelaskan, nilai transaksi tersebut meningkat 690 persen atau Rp 915,45 miliar dibanding capaian misi dagang Jatim–Sultra pada 2022 senilai Rp 132,55 miliar.
Produk unggulan Jatim yang diperdagangkan antara lain kopi arabika, olahan pangan peternakan, gula merah tebu, susu sapi, daging sapi, daging ayam, pakan ikan, mesin pengupas sabut kelapa, aneka makanan olahan dan peralatan peternakan.
“Adapun komoditas yang dibeli Jatim dari Sultra bernilai Rp 384,60 miliar, meliputi arang batok kelapa, kelapa bulat, katul, ikan tuna, ikan cakalang, jagung, teh, ubi ketela, cengkeh, rumput laut kering, dan rempah-rempah,” sambungnya.
Khofifah mengatakan bahwa misi dagang menjadi momentum memperkuat hilirisasi industri, daya saing produk, serta hubungan perdagangan antarprovinsi.
Ia juga mengatakan pentingnya kolaborasi untuk saling tumbuh dan menyejahterakan masyarakat kedua daerah.
“Kerja sama itu memperkuat sinergi rantai pasok antarwilayah sekaligus membuka peluang investasi baru. Pada 2023, perdagangan Jatim-Sultra mencapai Rp 3,14 triliun dengan neraca surplus Rp 752 miliar bagi Jatim,” jelas Khofifah.
Pertumbuhan ekonomi Jatim pada triwulan III/2025 tercatat 5,22 persen (year-on-year), lebih tinggi dari nasional 5,04 persen, dengan Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku (PDRB ADHB) mencapai Rp 867,39 triliun.
Sejak 2019 hingga 2025, Pemprov Jatim telah melaksanakan 47 misi dagang domestik dengan nilai komitmen Rp 21,81 triliun.
Pada skala internasional, enam misi dagang ke berbagai negara membukukan potensi transaksi Rp 5,86 triliun.
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menilai kolaborasi antardaerah menjadi kunci pemerataan pembangunan dan percepatan pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia.
Ia mengatakan memastikan tindak lanjut kunjungan balasan ke Jatim dalam waktu dekat.
Para pelaku usaha dari Jawa Timur juga mengapresiasi forum tersebut karena memberikan kesempatan memperluas jejaring dan membuka peluang kerja sama baru, termasuk penandatanganan 10 besar komitmen transaksi tertinggi dari berbagai sektor.
Selain transaksi, dilakukan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antarorganisasi perangkat daerah kedua provinsi, serta antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan organisasi bisnis seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi). (mus/opi)
Misi Dagang Jatim di Sultra
*Tujuan:
1. Mempertemukan pelaku usaha dengan pasar
2. Pendukung substitusi impor
3. Meningkatkan nilai perdagangan dalam negeri
*Catat transaksi Rp 1,04 triliun
*Naik Rp 915,45 miliar dibanding di 2022
*Produk unggulan Jatim:
1. Kopi arabika
2. Olahan pangan peternakan
3. Gula merah tebu
4. Susu sapi
5. Daging sapi
*Jatim beli produk Sultra senilai Rp 384,60 miliar
*Produk yang dibeli jatim dari Sultra:
1. Arang batok kelapa
2. Kelapa bulat
3. Katul
4. Ikan tuna
5. Ikan cakalang
Editor : Nofilawati Anisa