Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Tetap Mendominasi, Ekspor Udang Tembus USD 1,39 Miliar sepanjang Januari hingga September 2025

Nofilawati Anisa • Minggu, 9 November 2025 | 16:18 WIB
CEK KUALITAS: Seorang pekerja memeriksa keranjang berisi udang yang baru dipanen.
CEK KUALITAS: Seorang pekerja memeriksa keranjang berisi udang yang baru dipanen.

RADAR SURABAYA BISNIS - Ekspor udang Indonesia dengan tujuan ke pasar Amerika Serikat (AS) menunjukkan tren peningkatan.

Hingga kuartal III/2025 terdapat kenaikan 16,3 persen secara tahunan (yoy).

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat, ekspor udang pada September 2025 tumbuh 16,6 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

"Udang masih terjadi peningkatan (ekspor) sampai dengan September. Ini menunjukkan bahwa terkait kondisi yang ada, kita dapat memulihkan kondisi dengan cepat, yang dibuktikan dengan peningkatan ekspor sampai triwulan III," kata Direktur Pemberdayaan Usaha PDSPKP, Catur Sarwanto, Minggu (8/11/2025).

Komoditas udang memiliki nilai ekspor sebesar USD 1,39 miliar pada periode Januari-September 2025.

Kemudian diikuti Tuna–Cakalang-Tongkol sebesar USD 763,51 juta, Cumi-Sotong-Gurita USD 574,75 juta, Rajungan-Kepiting USD 377,65 juta, dan Rumput Laut USD 233,86 juta.

Udang Indonesia kembali berhasil menembus pasar AS setelah dinyatakan bebas Cesium-137.

Terbaru, Indonesia kembali mengirim tujuh kontainer udang dengan volume 106 ton senilai USD 1,22 juta atau setara Rp 20,14 miliar.

Catur menjelaskan, KKP terus memperluas diversifikasi pasar ekspor udang guna mengurangi ketergantungan pada AS dan China yang selama ini menjadi tujuan utama perdagangan produk perikanan Indonesia.

"Memang kita sebetulnya selama ini sudah melakukan proses diversifikasi melalui business matching," ujarnya.

Dia menyampaikan diversifikasi menjadi langkah strategi penting setelah ekspor udang sempat tersendat akibat polemik paparan radioaktif Cesium-137, yang mempengaruhi kepercayaan sementara dari pasar AS terhadap produk perikanan nasional.

Kendati begitu, saat ini Indonesia kembali mengekspor udang ke AS sejak 31 Oktober 2025.

Catur menyampaikan diversifikasi dilakukan melalui kerja sama dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) dan atase perdagangan di berbagai negara.

Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan business matching yang mempertemukan pelaku usaha perikanan Indonesia dengan calon mitra potensial dari berbagai kawasan, termasuk Eropa.

Kendati demikian, Catur menyebutkan ekspor udang Indonesia ke pasar Eropa menunjukkan peningkatan signifikan mencapai 57 persen, menandakan minat dan kepercayaan yang semakin tinggi terhadap produk laut Indonesia di kawasan tersebut.

Selain itu, ekspor ke China dan kawasan ASEAN juga mencatat pertumbuhan masing-masing sebesar 20 persen, mencerminkan meluasnya jangkauan dan penguatan posisi dagang Indonesia di sektor perikanan.

"Dari data yang kita sampaikan tadi bahwa terjadi peningkatan di pasar-pasar selain Amerika, seperti yang tadi kita lihat pasar udang di Eropa itu justru peningkatannya cukup besar, sekitar 57 persen dan juga tentu China itu juga cukup tinggi dan ASEAN sendiri juga sebesar 20 persen," ucapnya.

KKP menegaskan upaya perluasan pasar akan terus dilakukan secara konsisten, termasuk melalui kegiatan business matching lanjutan.

Bahkan Catur mengaku pada 20 November 2025, pihaknya melakukan business matching guna memperluas jaringan ekspor.

Hanya saja, dia tidak menyebutkan negara yang dituju.

Namun, dengan strategi itu, KKP optimistis ekspor udang dan produk perikanan lainnya akan semakin berdaya saing, membuka pasar baru, serta memperkuat ketahanan ekonomi kelautan Indonesia di tingkat global.

"Jadi ini upaya-upaya kita untuk bisa kita diversifikasi ekspor kita di negara lain," imbuh Catur.

Adapun KKP mencatat lima negara tujuan utama ekspor perikanan Indonesia selama Januari-September 2025 yakni AS dengan nilai ekspor USD 1,49 miliar; disusul China USD 812,76 juta; ASEAN USD 711,99 juta; Jepang USD 448,29 juta; lalu Uni Eropa USD 331,32 juta.

Sementara dari sisi komoditas, udang masih menjadi komoditas utama ekspor produk perikanan Indonesia dengan nilai ekspor sebesar USD 1,39 miliar.

Amerika masih menjadi tujuan utama ekspor udang dengan pangsa 63,1 persen dari total ekspor udang Indonesia. (ara/opi)

Kinerja Ekspor Perikanan
(Januari-September 2025)

*Komoditas:
1. Udang USD 1,39 miliar
2. Tuna–Cakalang-Tongkol USD 763,51 juta
3. Cumi-Sotong-Gurita USD 574,75 juta
4. Rajungan-Kepiting USD 377,65 juta
5. Rumput Laut USD 233,86 juta

*Tujuan:
1. AS USD 1,49 miliar
2. China USD 812,76 juta
3. ASEAN USD 711,99 juta
4. Jepang USD 448,29 juta
5. Uni Eropa USD 331,32 juta

Sumber: Kementerian KKP

 

Editor : Nofilawati Anisa
#radar surabaya bisnis #kementerian kkp #udang #januari hingga september 2025 #ekspor #perikanan