Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Produksi Padi Jatim di 2025 Diprediksi Tembus 10,53 Juta Ton GKG, Berikut Tiga Wilayah dengan Kontribusi Paling Besar

Mus Purmadani • Rabu, 5 November 2025 | 14:42 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

RADAR SURABAYA BISNIS – Produksi padi di Provinsi Jawa Timur menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, total produksi padi diperkirakan mencapai 10,53 juta ton gabah kering giling (GKG).

Angka ini naik sebesar 1,26 juta ton GKG atau 13,60 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 9,27 juta ton GKG.

Kepala BPS Jawa Timur Zulkipli menjelaskan, sepanjang Januari–September 2025, produksi padi di Jatim diperkirakan mencapai 8,82 juta ton GKG.

Angka itu meningkat 0,85 juta ton GKG (10,69 persen) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 7,97 juta ton GKG.

“Berdasarkan hasil survei Kerangka Sampel Area (KSA) September 2025, potensi produksi padi pada periode Oktober–Desember 2025 diperkirakan mencapai 1,71 juta ton GKG,” ujar Zulkipli, Selasa (4/11/2025).

Dari hasil tersebut, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Ngawi tercatat sebagai tiga daerah dengan produksi padi tertinggi di Jawa Timur pada tahun 2025.

Sebaliknya, produksi terendah tercatat di Kota Mojokerto, Kota Batu, dan Kota Kediri.

Zulkipli menambahkan, peningkatan signifikan produksi padi terutama terjadi di Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, dan Jombang.

Namun, beberapa daerah seperti Kabupaten Sidoarjo, Kota Kediri, dan Kabupaten Pasuruan justru mengalami penurunan produksi dibanding tahun sebelumnya.

Jika dikonversikan ke bentuk beras untuk konsumsi, produksi padi sepanjang Januari–September 2025 setara dengan 5,09 juta ton beras, naik 0,49 juta ton (10,69 persen) dibandingkan periode yang sama di 2024 yang sebesar 4,60 juta ton beras.

“Dengan tambahan potensi produksi Oktober–Desember 2025 sebesar 0,99 juta ton beras, maka total produksi beras Jawa Timur pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 6,08 juta ton beras, meningkat 13,60 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 5,35 juta ton,” ungkapnya.

Kenaikan produksi ini menunjukkan bahwa sektor pertanian, khususnya padi, di Jawa Timur masih menjadi penopang utama ketahanan pangan nasional.

Pemerintah daerah diharapkan terus mendorong efisiensi produksi dan menjaga stabilitas pasokan beras di tengah tantangan iklim dan dinamika pasar. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#Zulkipli #BPS Jatim #lamongan #bojonegoro #panen #produksi padi #ngawi #gabah kering giling