Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Perdagangan Jawa Timur Catat Surplus USD 1,33 Miliar selama Januari hingga September 2025

Mus Purmadani • Rabu, 5 November 2025 | 05:01 WIB
PELABUHAN: PT Terminal Teluk Lamong menjadi salah satu pusat perdagangan ekspor impor Provinsi Jawa Timur.
PELABUHAN: PT Terminal Teluk Lamong menjadi salah satu pusat perdagangan ekspor impor Provinsi Jawa Timur.

RADAR SURABAYA BISNIS - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat ekspor Jawa Timur periode Januari hingga September 2025 mencapai USD 22,91 miliar.

Capaian itu meningkat 20,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Sementara itu dalam periode yang sama, nilai impor tercatat sebesar USD 21,58 miliar atau mengalami penurunan 3,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan capaian ekspor dan impor itu maka neraca perdagangan Jawa Timur selama bulan Januari - September 2025 mengalami surplus yaitu mencapai USD 1,33 miliar.

Statistisi Ahli Madya BPS Jawa Timur, Debora Sulistya Rini, menjelaskan, kenaikan ekspor tersebut menunjukkan daya saing produk-produk Jawa Timur yang tetap kuat di tengah dinamika global.

"Pertumbuhan ekspor yang signifikan ini menandakan sektor industri pengolahan dan pertanian kita masih mampu menopang kinerja perdagangan luar negeri. Sementara turunnya impor menunjukkan adanya efisiensi pada sektor produksi dalam negeri," kata Debora dikutip, Selasa (4/11/2025).

Di sektor pariwisata, BPS Provinsi Jawa Timur mencatat adanya peningkatan aktivitas wisatawan.

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur pada September 2025 mencapai 32.664 kunjungan, naik 3,04 persen dibandingkan September 2024.

Perjalanan wisatawan nusantara juga meningkat 9,25 persen, menjadi 16,88 juta perjalanan pada periode yang sama.

Namun demikian, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Jawa Timur justru mengalami penurunan.

TPK hotel bintang tercatat sebesar 48,37 persen, turun 8,05 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebaliknya, hotel nonbintang menunjukkan sedikit perbaikan dengan TPK 21,73 persen, naik 0,36 poin dibandingkan September 2024.

"Peningkatan kunjungan wisatawan domestik menunjukkan geliat positif sektor pariwisata pascapandemi. Namun, penurunan tingkat hunian hotel bintang mengindikasikan adanya pergeseran preferensi wisatawan ke akomodasi nonbintang yang lebih ekonomis," ujar Debora.

Dari sisi Indeks Harga Konsumen (IHK), Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,30 persen (month-to-month) pada Oktober 2025.

Secara year-to-date (Januari–Oktober 2025) inflasi tercatat 1,98 persen, sedangkan secara year-on-year (Oktober 2024–Oktober 2025) mencapai 2,69 persen. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#perdagangan #radar surabaya bisnis #januari hingga september 2025 #surplus #ekspor #BPS Jawa Timur #impor