Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Neraca Perdagangan RI Surplus 65 Bulan Berturut-turut, Berikut Tiga Negara Penyumbang Surplus Terbesar

Nofilawati Anisa • Selasa, 4 November 2025 | 15:25 WIB
TRANSPORTASI: Pelabuhan menjadi salah satu infrastruktur aktivitas perdagangan internasional, tempat kegiatan ekspor impor.
TRANSPORTASI: Pelabuhan menjadi salah satu infrastruktur aktivitas perdagangan internasional, tempat kegiatan ekspor impor.

RADAR SURABAYA BISNIS - Neraca perdagangan mencatatkan surplus selama 65 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Khusus surplus pada September 2025 ditopang pada komoditas nonmigas.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada September tercatat USD 4,34 miliar.

Artinya, Indonesia telah surplus selama 65 bulan secara berturut-turut sejak Mei 2020.

"Pada September 2025 neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar USD 4,34 miliar. Neraca perdagangan Indonesia sudah mencatatkan surplus selama 65 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," kata Deputi Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini dalam konferensi pers BPS, Senin (3/11/2025).

Surplus pada September 2025 lebih ditopang surplus pada komoditas nonmigas sebesar USD 5,99 miliar.

Komoditas penyumbang surplus adalah lemak dan minyak hewani nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

"Pada saat yang sama neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit USD 1,64 miliar dengan komoditas penyumbang defisit minyak mentah dan hasil minyak," ujarnya.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari hingga September 2025 tercatat surplus sebesar USD 33,48 miliar.

Surplus sepanjang tahun ini ditopang oleh surplus komoditas nonmigas sebesar USD 47,20 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit sebesar USD 13,71 miliar.

Adapun tiga negara penyumbang surplus terbesar yaitu Amerika Serikat dengan nilai USD 13,48 miliar, India USD 10,45 miliar, Filipina USD 6,54 miliar.

Sementara, negara penyumbang defisit terdalam adalah Tiongkok sebesar minus USD 14,32 miliar, Australia minus USD 3,38 miliar, Singapura minus USD 3,43 miliar.

Lebih jauh Pudji menjelaskan, BPS mencatat nilai impor pada September 2025 mencapai USD 20,34 miliar atau naik 7,17 persen dibandingkan kondisi September 2024.

"Nilai impor migas sebesar USD 2,64 miliar atau naik 4,29 persen secara tahunan. Sementara itu, nilai impor nonmigas adalah sebesar USD 17,70 miliar dan mengalami peningkatan secara tahunan sebesar 7,62 persen," ujarnya.

Pudji mengungkapkan, peningkatan nilai impor secara tahunan ini didorong oleh peningkatan impor nonmigas dengan andil sebesar 6,60 persen.

Selanjutnya adalah impor menurut penggunaan, pada September terjadi peningkatan impor untuk seluruh golongan penggunaan secara tahunan secara tahunan nilai impor barang konsumsi naik sebesar 4,06 persen, dan nilai impor bahan baku atau penolong naik sebesar 2,10 persen.

Sementara itu, BPS mencatat pada September nilai ekspor mencapai USD 24,68 miliar atau naik 11,41 persen dibandingkan dengan September 2024.

"Pada September 2025 nilai ekspor mencapai USD 24,68 miliar atau naik 11,41 persen dibandingkan dengan September 2024," ujar Pudji.

Untuk rinciannya, nilai ekspor migas tercatat senilai USD 0,99 miliar atau turun 13,61 persen.

Kemudian, nilai ekspor non migas tercatat naik sebesar 12,79 persen dengan nilai USD 23,68 miliar.

“Peningkatan nilai ekspor September 2025 secara tahunan terutama didorong oleh kenaikan nilai ekspor non migas yaitu pada komoditas logam mulia dan perhiasan atau permata atau HS 71 yang naik 168,57 persen dengan andil 5,66 persen,” paparnya. (nis/opi)

Neraca Perdagangan RI

*September catat surplus USD 4,34 miliar
*Surplus 65 bulan berturut-turut
*Surplus sejak Mei 2020
*Surplus September ditopang komoditas nonmigas USD 5,99 miliar
*Januari- September catat surplus USD 33,48 miliar
*Surplus 2025 ditopang komoditas nonmigas USD 47,20 miliar
*Nilai impor September USD 20,34 miliar
*Nilai ekspor September USD 24,68 miliar

*Tiga negara penyumbang surplus:
1. Amerika Serikat dengan nilai USD 13,48 miliar
2. India USD 10,45 miliar
3. Filipina USD 6,54 miliar

*Negara penyumbang defisit:
1. Tiongkok sebesar minus USD 14,32 miliar
2. Australia minus USD 3,38 miliar
3. Singapura minus USD 3,43 miliar

Sumber: BPS

Editor : Nofilawati Anisa
#perdagangan #Neraca #penyumbang #surplus #ekspor #Terbesar #september 2025 #amerika serikat #india #impor #filipina