Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kurang Dua Bulan, Investasi di Surabaya Sudah Capai 75 Persen dari Target. Per Oktober Tembus Rp 31 Triliun

Dimas Mahendra • Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:20 WIB
RAMAI: Kawasan Surabaya Barat masih menarik bagi investor untuk menanamkan modalnya.
RAMAI: Kawasan Surabaya Barat masih menarik bagi investor untuk menanamkan modalnya.

RADAR SURABAYA BISNIS – Surabaya disebut-sebut sebagai kota di Provinsi Jawa Timur yang sangat menjanjikan bagi pemilik modal untuk menanamkan duitnya.

Karena Kota Pahlawan didukung dengan pertumbuhan ekonomi yang bagus di setiap triwulannya.

Selain itu juga karena posisi strategis Surabaya sebagai ibu kota Provinsi Jawa Timur.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya mencatat pertumbuhan ekonomi di kota yang dipimpin Wali Kota Eri Cahyadi pada tahun 2024 mencapai 5,76 persen.

Capaian itu mampu mengalahkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur maupun nasional.

Bahkan tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya optimistis pertumbuhan ekonominya bisa mencapai 5,8 persen meskipun ada pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD).

Menjelang akhir tahun 2025, realisasi investasi di Kota Surabaya terus menunjukkan tren positif.

Hingga Oktober 2025 ini, capaian investasi sudah tembus 75 persen atau sekitar Rp 31 triliun dari target tahunan sebesar Rp 42 triliun.

Koordinator Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surabaya, Hefli Syarifuddin, menyebut capaian tersebut merupakan hasil kombinasi antara masuknya investor baru dan ekspansi dari pelaku usaha lama yang memperluas usahanya di berbagai wilayah.

“Alhamdulillah sudah 75 persen, sekitar Rp 31 triliun dari target Rp 42 triliun. Investasi ini gabungan, ada yang baru dan ada juga yang ekspansi,” ujar Hefli.

Menurut Hefli, sektor perumahan dan properti menjadi penyumbang terbesar dalam realisasi investasi tahun ini.

Sebagian besar merupakan ekspansi dari pengembang lama yang memperluas kawasan hunian di beberapa titik strategis.

“Yang banyak dari ekspansi, seperti sektor perumahan dan sejenisnya,” jelasnya.

Dari sisi wilayah, investasi paling banyak mengalir ke Surabaya Barat dan Surabaya Timur, dua kawasan yang saat ini tengah berkembang pesat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan permukiman baru.

“Paling banyak di Surabaya Barat sama Surabaya Timur,” ungkap Hefli.

Meski realisasi investasi sudah cukup tinggi, DPMPTSP Surabaya masih memiliki waktu sekitar dua bulan untuk mengejar sisa target 25 persen.

Untuk itu, berbagai langkah strategis disiapkan guna menarik lebih banyak investor agar menanamkan modalnya di Kota Pahlawan.

“Insyaallah siap, kita koordinasikan dengan asosiasi-asosiasi usaha yang ada untuk menanamkan investasinya di Surabaya. Kita permudah perizinannya, kita fasilitasi sampai clear,” tegas Hefli.

Selain mempermudah perizinan, Pemkot Surabaya melalui DPMPTSP juga aktif melakukan roadshow dan promosi investasi kepada pelaku usaha.

Upaya ini dilakukan bersamaan dengan peningkatan kualitas infrastruktur, kepastian hukum, serta jaminan keamanan investasi di Surabaya.

“Kita juga lakukan road show ke pelaku usaha untuk menanamkan investasinya di Kota Surabaya, sekaligus memperbaiki infrastruktur yang ada, memberikan kepastian hukum dan jaminan keamanan,” imbuhnya.

Hefli optimistis target investasi tahun 2025 dapat tercapai sepenuhnya.

Ia menyebut, tren positif dari investor yang terus menanamkan modalnya menjadi bukti kuat bahwa Surabaya masih menjadi kota tujuan investasi paling menarik di Jawa Timur. (dim/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#jawa timur #kota pahlawan #Oktober 2025 #surabaya #perumahan #pertumbuhan ekonomi #investasi #realisasi #investor