Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pasok IPS di Tiga Provinsi, Segini Produksi Susu Sapi Segar di Jawa Timur

Mus Purmadani • Kamis, 30 Oktober 2025 | 14:01 WIB
BERSIH: Salah satu peternakan sapi perah di kawasan Pasuruan yang mampu menjadikan Jawa Timur sebagai produsen susu segar terbesar.
BERSIH: Salah satu peternakan sapi perah di kawasan Pasuruan yang mampu menjadikan Jawa Timur sebagai produsen susu segar terbesar.

RADAR SURABAYA BISNIS – Jawa Timur dikenal sebagai provinsi penghasil susu segar terbesar di Indonesia.

Beberapa wilayah di Jawa Timur dikenal sebagai sentra peternakan sapi perah, antara lain Malang, Pasuruan, Kediri, Jombang, Banyuwangi, dan Blitar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, saat ini Jawa Timur mampu memproduksi susu segar sebanyak 468.712 ton per tahun.

Dengan hasil itu, Jawa Timur berkontribusi 58 persen terhadap produksi susu nasional sebesar 808.352 ton.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan Nongkojajar di Wonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Selasa (28/10/2025).

Tidak hanya mengurangi impor, Khofifah juga meyakini bahwa produksi susu Jatim dapat memenuhi kebutuhan daerah lain.

Khofifah mencontohkan, dimana Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu daerah yang memiliki kebutuhan susu segar tinggi untuk Industri Pengolahan Susu (IPS) masih bergantung dari Jawa Timur.

"Belum lagi market dari MBG (Makan Bergizi Gratis). Kofifah juga memberikan masukan bagaimana jika konsumsi susu untuk anak-anak dalam program MBG adalah susu pasteurisasi tanpa kemasan pabrikan tetapi disediakan kemasan besar (galon dari kaca atau stainles steel) kemudian diminum dengan gelas, sehingga mengurangi limbah kemasan dan anak - anak minum susu sesuai kebutuhan. Selain itu lebih mendekatkan akses terhadap sentra-sentra produksi susu. Ini artinya market susu segar sangat besar," tegas Khofifah.

Menurutnya di KPSP ini, setelah menerapkan integrated farming dan replacement dengan bibit sapi perah yang memiliki genetik unggul, saat ini sapi perah yang sebelumnya produksi mulai dari 12 - 15 liter menjadi 20 - 25 liter per hari.

"Dengan harapan kita akan bisa mengurangi impor susu, dimana saat ini kebutuhan susu di Indonesia, 65 persen masih impor," ujarnya.

Khofifah meyakini bahwa produksi susu dari Jawa Timur bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga memasok Industri Pengolah Susu (IPS) di tiga provinsi yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.

Selain pasar domestik, Khofifah menyebut potensi pasar ekspor juga terbuka, khususnya ke Eropa berupa keju dari susu organik.

KPSP Setia Kawan Nongkojajar Pasuruan sudah menerapkan pemeliharaan Sapi perah dengan sistem organik pada beberapa kelompok ternak.

"Mereka juga sudah mengembangkan pakan organik yang telah diassesment oleh Badan Standarisasi Pangan Organik. Jadi kalau kita memasarkan susu dengan pakan sapi organik saya rasa Pasar Eropa akan melirik ke sini," sambungnya.

Khofifah juga menegaskan bahwa seluruh sapi perah di KPSP Setia Kawan dalam kondisi sehat dan bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Pemprov Jatim terus melakukan vaksinasi dan pemberian vitamin secara berkala kepada ternak.

"Ketika ada titik temuan PMK, maka saya minta agar pasar hewannya ditutup sementara sampai semuanya clear untuk dilakukan vaksinasi dan vitamin baik sapi perah maupun sapi potong," tegasnya.

Melihat seluruh potensi ini, Khofifah optimistis KPSP Setia Kawan Nongkojajar dapat menjadi rujukan nasional bagi peternak sapi perah.

"Saya rasa banyak hal yang dunia peternakan ini bisa belajar ke Setia kawan nongkojajar. Dan saya rasa marketnya akan luar biasa karena semua marketnya ingin produksi mamin yang sehat dan antara lain dari bahan baku yang berkualitas," pungkasnya. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#produksi #industri pengolah susu ips #pasuruan #jombang #kediri #susu sapi segar #Provinsi Jawa Timur #pasok #malang #susu segar #banyuwangi