Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Sektor Perikanan dan Kelautan Dongkrak Kontribusi ke Pertumbuhan Ekonomi RI

Nofilawati Anisa • Rabu, 29 Oktober 2025 | 23:10 WIB

 

PANEN: potensi sektor kelautan dan perikanan Indonesia mencapai 23 juta hingga 24 juta ton per tahun.
PANEN: potensi sektor kelautan dan perikanan Indonesia mencapai 23 juta hingga 24 juta ton per tahun.

RADAR SURABAYA BISNIS - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengungkapkan potensi sektor kelautan dan perikanan Indonesia mencapai 23 juta hingga 24 juta ton per tahun.

Potensi tersebut berasal dari perikanan tangkap sebesar 7,5 juta ton, budidaya 5,5 juta ton, dan rumput laut sekitar 10 juta ton.

"Kalau produksi perikanan kita 7,5 juta ton, budidaya 5,5 juta ton, lalu rumput laut 10 juta ton, kira-kira totalnya sekitar 23 juta - 24 juta ton,” ujar Sakti, Rabu (28/10/2025).

Trenggono menyebut, meski produksi hasil laut tinggi, kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional masih tergolong kecil.

Nilai ekspor produk perikanan tercatat rata-rata USD 5,5 miliar per tahun, dengan komoditas utama berupa udang, tuna-cakalang, sotong, gurita, dan rumput laut.

"Itu kontribusi untuk pertumbuhan masih kecil, ya ini sebetulnya pertanyaan besar karena kalau kita lihat dari ekspor, ekspor kita itu rata-rata di USD 5,5 miliar, dan itu didominasi oleh udang, lalu kemudian tuna cakalang, sotong, gurita, dan kemudian rumput laut, ini adalah lima komoditi yang menjadi andalan ekspor kita," lanjutnya.

Trenggono menilai potensi besar sektor ini belum tergarap maksimal.

Untuk itu, KKP menaruh fokus pada pengembangan budidaya sebagai strategi peningkatan produksi yang lebih terukur dan berkelanjutan.

"Kuncinya adalah bagaimana kita bisa mampu mengembangkan budidaya, karena membudidaya itu kita bisa teridentifikasi kira-kira jenis ikan mulai dari bayi sampai dia bisa dikonsumsi, khususnya sehat, ingredientnya sehat, dan seterusnya" ujarnya.

Trenggono menyoroti, sejak Indonesia merdeka, sektor kelautan belum mendapat perhatian optimal.

Dia menuturkan, program bantuan yang ada masih bersifat sementara dan belum menyentuh akar permasalahan di lapangan.

"Sudah 80 tahun sektor ini tidak disentuh dengan baik, nah karena, itulah salah satu, lalu kemudian sudah 80 tahun Indonesia ini merdeka,ini belum disentuh, kalo toh ada bantuan, lebih kearah bantuan sifatnya separagis tapi tidak yang berkesinambungan, itulah dimulai di tahun 2025 ini, dimulainya kepemerintahannya Pak Prabowo," kata dia. (uta/opi)

 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#menteri perikanan dan kelautan #budi daya #sakti wahyu trenggono #potensi #tangkap #pertumbuhan ekonomi #Kelautan