Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Saat Harga Emasnya Anjlok, Laba Antam Tumbuh 197 Persen jadi Rp 6,61 Triliun di kuartal III/2025

Nofilawati Anisa • Rabu, 29 Oktober 2025 | 12:53 WIB
KONSULTASI: Salah satu butik emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
KONSULTASI: Salah satu butik emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

RADAR SURABAYA BISNIS – Harga emas keluaran PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dalam beberapa hari terakhir anjlok.

Pada Selasa (28/10/2025), harga emas Antam yang diunggah di laman Logam Mulia anjlok Rp 45.000 per gram menjadi Rp 2.282.000 per gram.

Di saat bersamaan, perusahaan terbuka dengan kode ANTM di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu membukukan laba bersih yang tumbuh 197 persen year on year (yoy) menjadi senilai Rp 6,61 triliun pada kuartal III/2025, dibandingkan senilai Rp 2,23 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.

Seiring dengan itu, EBITDA perseroan tumbuh 137 persen (yoy) menjadi Rp 9,33 triliun pada kuartal III/2025, dibandingkan senilai Rp 3,93 triliun pada periode saham tahun sebelumnya.

Direktur Utama ANTM Achmad Ardianto dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, mengatakan kinerja itu mencerminkan kekuatan fundamental, dan menjadi semangat seluruh insan perseroan dalam bertransformasi menuju bisnis yang berkelanjutan.

“Capaian ini juga merefleksikan efektivitas strategi pengelolaan biaya dan optimalisasi nilai tambah produk yang dijalankan perusahaan,” ujar Ardianto.

Ia mengatakan, perseroan tidak hanya berfokus terhadap peningkatan kinerja keuangan, namun juga penciptaan nilai jangka panjang melalui praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Kami terus berinovasi pada setiap aspek operasional, bisnis, dan sustainability guna menciptakan nilai tambah dan manfaat yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan,” ujar Ardianto.

Perseroan mencatatkan penjualan komoditas emas, nikel dan bauksit yang tumbuh 67 persen (yoy) menjadi Rp 72,03 triliun pada kuartal III/2025, dibandingkan sebesar Rp 43,20 triliun pada periode saham tahun sebelumnya.

Segmen emas berkontribusi sebesar 81 persen, segmen nikel (produk feronikel dan bijih nikel) berkontribusi 15 persen, serta segmen bauksit dan alumina berkontribusi 3 persen terhadap total penjualan perseroan pada kuartal III/2025.

Penjualan emas tumbuh 64 persen (yoy) menjadi senilai Rp 58,67 triliun, penjualan nikel (produk feronikel dan bijih nikel) tumbuh 83 persen (yoy) menjadi senilai Rp 11,15 triliun, dan bauksit dan alumina tumbuh 68 persen (yoy) menjadi senilai Rp 1,95 triliun.

Dari pangsa pasar, penjualan domestik perseroan berkontribusi sebesar Rp 69,31 triliun atau setara 96 persen dari total penjualan bersih perseroan pada kuartal III/2025.

Pada kuartal III/2025, perseroan mencatatkan laba kotor yang tumbuh 168 persen (yoy) menjadi senilai Rp 10,98 triliun, dibandingkan senilai Rp 4,10 triliun pada periode saham tahun sebelumnya.

Seiring dengan itu, laba usaha tumbuh 323 persen (yoy) menjadi Rp 7,89 triliun pada kuartal III/2025, dibandingkan senilai Rp 1,86 triliun pada periode saham tahun sebelumnya.

Pada kuartal III/2025, perseroan membukukan penurunan beban keuangan 41 persen (yoy) menjadi Rp 103,68 miliar, dibandingkan senilai Rp 176,49 miliar, seiring dengan upaya menurunkan interest bearing debt pada 2025 sebagai bagian dari program efisiensi.

Peningkatan kinerja itu mendorong kenaikan laba bersih per saham dasar menjadi Rp 248,62 per saham dasar per kuartal III/2025, atau meningkat signifikan 171 persen (yoy) dibandingkan sebesar Rp 91,60 per saham dasar pada periode saham tahun sebelumnya.

Total aset perseroan tumbuh 17 persen (yoy) Rp 48,07 triliun pada kuartal III/2025, dibandingkan senilai Rp 40,98 triliun pada periode saham tahun sebelumnya.

Nilai ekuitas perseroan tercatat senilai Rp 35,20 triliun pada kuartal III/2025, atau tumbuh 16 persen (yoy) dibandingkan senilai Rp 30,38 triliun pada periode saham tahun sebelumnya. (ara/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#antam #harga emas #anjlok #laba bersih #pt aneka tambang tbk #logam mulia #bei #ANTM