Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Hipmi Jatim Mendorong UMKM Jawa Timur Naik Kelas dan Berdaya Saing

Nofilawati Anisa • Jumat, 24 Oktober 2025 | 05:19 WIB
PIDATO: Ketua Umum BPD Hipmi Jatim Ahmad Salim Assegaf menyampaikan sambutannya di acara Rakerda XVII dan Forbisda dengan tema “Muda Mandiri dan Berdaya Wujudkan UMKM Jawa Timur Naik Kelas”.
PIDATO: Ketua Umum BPD Hipmi Jatim Ahmad Salim Assegaf menyampaikan sambutannya di acara Rakerda XVII dan Forbisda dengan tema “Muda Mandiri dan Berdaya Wujudkan UMKM Jawa Timur Naik Kelas”.

RADAR SURABAYA BISNIS – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jatim menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XVII dan Forum Bisnis Daerah (Forbisda) di The Westin Grand Ballroom and Convention Center Surabaya, Kamis (23/10/2025).

Ketua Umum BPD Hipmi Jatim Ahmad Salim Assegaf mengatakan Rakerda XVII dan Forbisda kali ini mengangkat tema yang sangat penting, yaitu “Muda Mandiri dan Berdaya Wujudkan UMKM Jawa Timur Naik Kelas”.

“Sesuai dengan tema yang kami angkat, Rakerda dan Forbisda ini digelar untuk untuk mendorong supaya UMKM naik kelas menjadi usaha lebih besar dan berdaya saing,” kata Ahmad Salim.

Ia menjelaskan, salah satu strategi untuk mewujudkan UMKM Jawa Timur naik kelas adalah melalui forum bisnis daerah yang disebut sebagai Forbisda.

Yakni mempertemukan para pengusaha UMKM dengan mitra strategis dari pemerintah, perbankan, investor, hingga perwakilan konsulat jenderal.

“Kami mengajak teman-teman Hipmi se-Jawa Timur untuk bisa menjalin komunikasi, berinteraksi dengan mitra-mitra strategis dan tentu ujung-ujungnya akan bisa meningkatkan ekonomi dan meningkatkan kondisi UMKM-nya teman-teman dan akan tujuannya akan naik kelas," lanjutnya.

Dia menambahkan, melalui Forbisda, puluhan pengusaha UMKM yang terpilih sebagai peserta akan dikurasi menjadi 20 besar.

Kemudian diseleksi kembali hingga mengerucut 18 peserta. Mereka lalu diberi kesempatan mempresentasikan produk dan gagasan bisnisnya ke hadapan mitra strategis.

"Mitra strategis isinya adalah dari pemerintah provinsi, ada dari perbankan, ada dari perwakilan konjen dan dari keterwakilan dari investor. Dan nanti akan mengerucut 18 besar, 18 besar nanti akan presentasi ke acara untuk bisa menunjukkan produk-produknya teman-teman," lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Salim Assegaf juga mengaskan komitmen Hipmi Jatim untuk secara penuh menyelaraskan program kerja organisasi dengan arah kebijakan pemerintah Prabowo-Gibran.

Ia menegaskan bahwa Hipmi Jatim siap menjadi mitra kolaboratif pemerintah daerah dalam menjalankan program-program strategis nasional di tingkat provinsi.

"Kami menyambut baik arahan Ketum Akbar (Akbar Buchari, Ketua Umum Hipmi, Red) dan siap menjalankan lima program strategis pemerintah di Jawa Timur. Terutama pada sektor pangan, energi, dan penguatan koperasi yang langsung menyentuh masyarakat," jelas Ahmad Salim.

Ahmad Salim juga mengungkapkan bahwa Hipmi Jatim akan segera membentuk Koperasi Hipmi Jawa Timur sebagai wadah kemandirian ekonomi anggota.

"Koperasi ini bukan hanya tempat simpan pinjam, tapi instrumen penguatan modal dan rantai pasok bagi anggota yang bergerak di sektor riil," katanya.

Selain koperasi, Hipmi Jatim turut mendukung program Makan Bergizi Gratis dengan mendorong keterlibatan UMKM lokal sebagai pemasok bahan pangan dan jasa pengolahan makanan.

"Kita ingin pelaku usaha kecil ikut mendapat manfaat ekonomi dari program nasional ini. Ini langkah nyata agar program pemerintah punya dampak luas," lanjutnya.

Ahmad Salim menambahkan, seluruh langkah Hipmi Jatim dilakukan dalam semangat kolaborasi lintas sektor, mulai dari kerja sama dengan Pemprov Jatim, dunia perbankan, hingga pelaku industri besar.

"Kami ingin menjadikan Jawa Timur sebagai rumah kolaborasi pengusaha muda, tempat semua bisa bertumbuh bersama," ujarnya.

Dukungan pemerintah terhadap Hipmi Jatim disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, yang hadir dalam acara tersebut.

Ia menyatakan bahwa Pemprov Jatim akan terus bersinergi dengan Hipmi Jatim dalam menjalankan program pembangunan.

"Kami sangat terbantu dengan peran Hipmi, terutama dalam misi dagang dan penguatan ekonomi lokal," tuturnya.

Adhy juga menekankan bahwa dengan jumlah UMKM di Jawa Timur mencapai 9,6 juta pelaku usaha, dukungan Hipmi Jatim terhadap program-program nasional seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih akan memberi dampak signifikan.

"Jika 60 persen UMKM bisa naik kelas, maka itu artinya ekonomi daerah juga naik kelas," katanya.

Adhy juga mengajak agar Hipmi Jatim terus menjadi mitra strategis Pemprov Jawa Timur.

"Melalui kolaborasi, inovasi, dan semangat kewirausahaan, Hipmi akan menjadi bagian penting dari mesin pembangunan nasional," tegas Adhy. (nis/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#ahmad salim assegaf #jawa timur #hipmi jatim #Berdaya Saing #umkm #Adhy Karyono #naik kelas #Rakerda