RADAR SURABAYA BISNIS - Pemerintah dipastikan tidak impor beras sepanjang 2025, menyusul catatan surplus yang diprediksi hingga 4 juta ton pada Desember 2025 nanti.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menuturkan, tahun 2024 impor beras mencapai 4,5 juta. Sementara saat ini stok beras di gudang Bulog mencapai 4 juta ton.
"Impor nol. Gudang kita penuh. BPS mengeluarkan data surplus Desember hingga 4 juta. Karena surplus kita tak impor lagi, ini data berbicara bukan kata saya,” kata menteri yang akrab disapa Zulhas, Rabu (22/10/2025).
Ia menyebut Indonesia menargetkan swasembada pangan dalam tiga tahun.
“Data mengatakan di gudang 4 juta. Desember surplus 4 juta sehingga kita tak impor lagi. Kita sudah swasembada pangan setahun dari target tiga tahun,” sambungnya.
Untuk mencapai swasembada pangan, pemerintah memiliki sejumlah strategi. Pertama, memangkas aturan terkait pupuk.
“Pupuk rumit, aturan pupuk ada 144 peraturan. Sebelumnya pupuk ada setelah panen sehingga tidak pengaruhi produksi. Pupuk bisa hadir sebelum tanam, otomatis naik produksinya karena pupuknya tepat waktu,” ujarnya.
Kedua, memperbaiki irigasi untuk meningkatkan produksi. Ada luas sawah sekitar 7,5 juta dan luas tanam 10 juta.
“Jadi dua kali tanam 2,5 juta , kita cek. Karena curah hujan tak ada irigasi. Irigasi kita perbaiki, luas tanam menambah, menambah produksinya. Ini hal-hal yang kita lakukan sederhana dan tetapi sudah memberikan hasil,” katanya.
Selain itu, mengembangkan kawasan pangan seperti Merauke, Papua. dan Kalimantan Tengah. Zulhas menuturkan, perlu ada kawasan pangan untuk dapat menjadi lumbung pangan dunia.
“Perlu ada perluasan kawasan pangan, tentu ini lebih rumit untuk membuka kawasan. Cocok atau tidak, orangnya ada atau tidak, belum lagi isu lingkungan,” pungkasnya. (uta/opi)
Editor : Nofilawati Anisa