Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

RI Optimistis Pertahankan Posisinya Sebagai Pengekspor Emas di Pasar Global

Moh. Afik • Jumat, 10 Oktober 2025 | 14:13 WIB

 

TINJAU: Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin, Reni Yanita dan Sekjen APEPI, Iskandar Husin meninjau stand Surabaya International Jewellery Fair (SIJF) 2025 di Suabaya, Kamis (9/10).
TINJAU: Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin, Reni Yanita dan Sekjen APEPI, Iskandar Husin meninjau stand Surabaya International Jewellery Fair (SIJF) 2025 di Suabaya, Kamis (9/10).

RADAR SURABAYA BISNIS - Indonesia optimistis akan mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu negara pengekspor emas dan perhiasan di pasar global.

Sebab itu, kenaikan harga emas yang masif akan dimanfaatkan pelaku industri emas meningkatkan ekspornya.

Reni Yanita, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjelaskan, sejauh ini para pelaku industri sangat optimis memacu ekspornya. Bahan baku sejauh ini tidak ada kendala.

Terbukti, sepanjang Januari – Juli 2025, ekspor emas dan perhiasan dari Indonesia meningkat signifikan, 37,72 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dengan nilai USD 5,06 miliar.

Jumlah tersebut hampir menyamai dengan pencapaian sepanjang tahun 2024 sebesar USD 5,5 miliar.

“Kita tetap optimis ekspor bisa kita tangkatkan ditengah kenaikan harga emas yang luar biasa. Saat ini ekspor emas dan perhiasan tumbuh 37,72 persen. Kondisi ini harus kita pertahankan. Jangan sampai turun supaya tidak ada pelambatan (ekonomi),” ujar Reni di sela Surabaya International Jewellery Fair (SIJF) 2025 di Grand Ballroom Shangri-La Hotel Surabaya, Kamis (9/10).

Dia mengaku, menjelang akhir tahun dan awal tahun baru permintaan emas dan pehiasan akan meningkat.

Dengan pertumbuhan yang terjaga baik, dia yakin Indonesia mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu pengekspor emas dan perhiasan terbesar di dunia.

“Saat ini kita berada di posisi 12 pengekspor emas di dunia. Kita optimis bisa ambil market share di pasar emas dunia. Karena itu, hilirisasi sangat penting terutama di produk riil. Tidak hanya emas, namun ada juga perak, batu permata. Ini tantangan kita semua,” tambahnya.

Sementara itu, Sekjen APEPI (Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia), Iskandar Husin menambahkan, kenaikan harga emas tidak bisa dicegah. Karena itu berkaitan dengan supply and demand.

Hal ini karena sebagian negara tidak menjadikan USD sebagai save heaven lagi.

Sehingga banyak negara yang belanja emas. Hal ini membuat harga emas diprediksi akan naik terus hingga menyenntuh USD 4.900 per troy ons.

“Karena itu, kalau mau beli emas ya sekarang ini. Karena harga diprediksi akan naik terus,” ungkapnya.

Kenaikan harga yang fantastis ini tidak menyurutkan orang untuk membeli emas atau perhiasan.

Hanya saja sekarang mereka mulai mengubah perilakunya. Kalau semula membeli 10 gram sekarang bisa diturunkan menjadi di bawahnya seperti 5 gram untuk menyesuaikan daya beli.

“Atau mereka menurunkan kadar emas yang dibeli. Kalau semula karat 16, sekarang bisa membeli yang kadarnya 14 atau 12 persen. Tapi tetap membeli,” tutup Iskandar. (fix)

Editor : Nofilawati Anisa
#perhiasan #harga #pameran #ekspor #industri #indonesia #kemenperin #Reni Yanita #Pengekspor #Surabaya International Jewelry Fair #emas