Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Bisnis Waralaba Tumbuh 5 Persen per Tahun, Kadin Jatim Dorong Penciptaan Wirausaha Baru

Mus Purmadani • Rabu, 8 Oktober 2025 | 14:11 WIB
Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto
Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto

RADAR SURABAYA BISNIS — Direktur PT Myexpo Kreasi Indonesia, Karen Wiraharja, mengungkapkan bahwa industri waralaba di Indonesia menunjukkan perkembangan positif dengan pertumbuhan sekitar 5 persen setiap tahunnya.

Hal ini menandakan bahwa sektor waralaba masih memiliki daya tarik tinggi dan terus berkembang di tengah dinamika ekonomi nasional.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, persebaran bisnis waralaba di Indonesia masih terpusat di Pulau Jawa, terutama di Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan Jawa Barat.

Adapun jenis usaha yang paling banyak diwaralabakan meliputi makanan dan minuman sebesar 47,92 persen, ritel 15,28 persen, jasa pendidikan nonformal 10,42 persen, jasa kecantikan dan kesehatan 10,42 persen, laundry 6,25 persen, dan sisanya berasal dari sektor biro perjalanan, properti, hotel, karaoke, otomotif, serta jasa perawatan dan perbaikan elektronik.

Karen menyebutkan, omzet bisnis waralaba nasional pada tahun 2024 mencapai Rp 143,25 triliun dan menyerap 97.872 tenaga kerja.

“Data ini membuktikan bahwa potensi waralaba di Indonesia sangat besar dan masih terus berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menegaskan bahwa salah satu fokus utama Kadin Jatim adalah mendorong lahirnya wirausaha baru.

Ia menilai, penguatan sektor kewirausahaan menjadi kunci penting bagi Indonesia untuk menuju status negara maju.

Menurut catatan Kadin, suatu negara dapat dikategorikan maju apabila memiliki jumlah wirausaha minimal 8 persen dari total penduduk, sementara Indonesia saat ini baru mencapai sekitar 4 persen.

“Artinya, kita masih perlu kerja keras dan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat tumbuhnya wirausaha baru,” tegas Adik.

Selain itu, ia juga menyoroti ketimpangan antara jumlah lulusan sekolah dan kesempatan kerja yang tersedia di Jawa Timur.

Ketidakseimbangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dan dunia usaha.

Karena itu, Kadin Jatim berupaya mendorong masyarakat, terutama generasi muda, agar mampu menciptakan peluang kerja secara mandiri melalui kewirausahaan.

Ia menambahkan, kondisi perekonomian Jawa Timur saat ini sangat mendukung pengembangan usaha baru, mengingat provinsi ini berperan sebagai salah satu pusat ekonomi nasional yang melayani kebutuhan hingga 19 provinsi di Indonesia.

“Jawa Timur bukan hanya motor ekonomi bagi daerahnya sendiri, tetapi juga bagi Indonesia,” katanya.

Adik juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung pendampingan kewirausahaan, termasuk perbankan dan para mentor program.

“Yang penting bukan hanya belajar membuat bisnis, tapi juga bagaimana menjual dan mengembangkannya,” ujar Adik.

Dengan kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan lembaga keuangan, Kadin Jawa Timur optimistis mampu mencetak lebih banyak wirausaha baru yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#pendidikan #makanan minuman #kewirausahaan #waralaba #karaoke #laundry #kadin jatim #pertumbuhan #wirausahawan #otomotif