RADAR SURABAYA BISNIS - Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menegaskan komitmen Kadin Jatim dalam mendukung suksesnya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang digagas oleh Pemerintah Indonesia.
Program ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak usia sekolah, agar tumbuh sehat dan cerdas sebagai generasi penerus bangsa.
UU ini menyebutkan bahwa seluruh pangan harus bebas dari cemaran biologis, kimia, maupun benda lain yang dapat membahayakan kesehatan.
Selain itu, pengelolaan pangan juga harus memperhatikan nilai-nilai agama, keyakinan, dan budaya masyarakat Indonesia.
Menurutnya, kasus-kasus kegagalan dalam program serupa di luar Jawa Timur umumnya terjadi akibat lemahnya pengawasan dan kurangnya SOP yang baku.
Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen membantu pemerintah pusat menyusun standar operasional prosedur (SOP) yang dapat diterapkan di seluruh daerah.
Tujuannya agar SDM di bidang pengelolaan makanan menjadi lebih terampil, disiplin, dan taat asas.
Andriyanto menyampaikan bahwa kondisi Jawa Timur saat ini relatif aman dan kondusif dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis.
Karena itu, Kadin Jatim ingin menjadikan provinsi ini sebagai pilot project untuk pelaksanaan sertifikasi dan pendampingan bagi seluruh SPPG.
“Melalui inisiatif ini, Kami berharap Jawa Timur menjadi percontohan nasional dalam tata kelola dapur sehat dan bergizi, " tegasnya.
Direktur Kadin Institute, Nurul Indah Susanti, menambahkan Kadin Jatim bersama Kadin Institute juga akan melakukan pendataan atau inventarisasi terhadap seluruh dapur penyedia makan bergizi di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Langkah ini dilakukan untuk memetakan kebutuhan pelatihan dan sertifikasi, sekaligus menyiapkan skema pendampingan yang tepat bagi setiap wilayah.
"Sertifikasi akan mencakup tiga skema utama. Pertama, sertifikasi bagi pengelola jasa boga. Kedua, sertifikasi bagi juru masak (cook). Ketiga, sertifikasi bagi penjamah makanan (food handler). Dalam waktu satu bulan ke depan, pelatihan dan sertifikasi ini akan digelar secara bertahap di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur," ungkapnya.
Untuk pelaksanaan program tersebut, Kadin Institute bekerja sama dengan empat lembaga sertifikasi profesi, yaitu Pesona Indonesia, Rajawali Hospitality, serta LSP Jaminan Mutu dan Keamanan Pangan.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memastikan bahwa setiap tenaga kerja dan lembaga penyedia makanan bergizi memiliki kompetensi dan sertifikasi resmi yang diakui secara nasional.
Melalui langkah-langkah ini, Kadin Jawa Timur optimistis bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayahnya akan berjalan dengan baik, terukur, dan sesuai standar.
Upaya peningkatan kualitas SDM serta penerapan sistem keamanan pangan yang ketat diyakini akan menciptakan ekosistem penyedia pangan sehat dan aman bagi masyarakat.
"Dengan dukungan sinergis antara pemerintah, Kadin, lembaga sertifikasi, dan seluruh pihak terkait, Jawa Timur siap menjadi provinsi percontohan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang berkelanjutan, berkualitas, dan berdampak langsung pada peningkatan gizi generasi muda Indonesia," pungkasnya. (mus)
Editor : Nofilawati Anisa