RADAR SURABAYA BISNIS – Industri emas dalam negeri, baik itu perhiasan maupun logam mulia, berkembang sangat pesat.
Perkembangan itu dipicu masyarakat yang memilih menginvestasikan uangnya dengan membeli logam mulia maupun perhiasan emas.
Begitu juga di Surabaya, bisnis logam mulia maupun perhiasan emas tak ada matinya.
Peluang ini dimanfaatkan toko emas Wahyu Redjo untuk memperluas cakupan pasarnya dengan terus menambah maupun memperluas gerai.
Manajemen Representatif Wahyu Redjo Group Diana Kusuma Atmaja mengatakan, perluasan gerai salah satunya dilakukan di Plaza Surabaya.
Pusat perbelanjaan ini dipilih karena lokasinya yang sangat strategis yaitu di salah satu kawasan central business district (CBD) Surabaya, di Jalan Pemuda.
“Luas gerai kami di Plaza Surabaya sekitar 508 meter persegi,” ungkap Diana di sela pameran Sparkling Carnival di Atrium Jalata Plaza Surabaya, Rabu (1/10/2025).
Ia menjelaskan, Wahyu Redjo adalah toko emas asli Surabaya yang sudah operasional selama 40 tahun lebih.
Jumlah toko emas yang dimiliki Wahyu Redjo di Jatim saat ini sudah sekitar 100 toko lebih.
“Kami juga punya gerai di pusat perbelanjaan seperti di Royal Plaza,” sambungnya.
Diana menjelaskan, selain memperkjuat market dengan buka gerai di pusat perbelanjaan, Wahyu Redjo juga terus ekspansif dengan masuk ke daerah-daerah seperti Ponorogo, Situbondo, dan Probolinggo.
“Langkah ini kami lakukan karena riset yang kita lakukan menyimpulkan bawah kota-kota tersebut merupakan pasar yang bagus dan peluang untuk Wahyu Redjo sangat besar,” jelasnya.
Diana mengungkapkan, saat ini konsumen Wahyu Redjo sekitar 75 persen membeli perhiasan emas untuk life style. Sisanya, sekitar 25 persen adalah membeli logam mulia untuk investasi.
“Konsumen beli perhiasan karena selain untuk invetasi, juga sebagai lifestyle. Jadi Ketika mereka beli perhiasan emas ke Wahyu Redjo, selain dapat dipakai juga untuk tabungan,” jelasnya.
Diana menambahkan, Wahyu Redjo menyediakan perihasan emas yang sangat beragam. Baik untuk model, gramasi maupun kadar karatnya.
“Tujuannya untuk menyesuaikan dana yang dimiliki konsumen. Konsumen yang uangnya terbatas tetap masih bisa bergaya dengan perhiasan emas keluaran Wahyu Redjo,” pungkasnya. (ara/opi)
Editor : Nofilawati Anisa