Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Neraca Perdagangan RI Surplus 64 Bulan Berturut-turut

Nofilawati Anisa • Kamis, 2 Oktober 2025 | 22:50 WIB
ILUSTRASI: Aktivitas perdagangan luar negeri Indonesia di salah satu pelabuhan. Bulan Agustus neraca perdagangan tercatat surplus USD 5,49 miliar.
ILUSTRASI: Aktivitas perdagangan luar negeri Indonesia di salah satu pelabuhan. Bulan Agustus neraca perdagangan tercatat surplus USD 5,49 miliar.

RADAR SURABAYA BISNIS - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Agustus tercatat surplus USD 5,49 miliar.

Artinya, Indonesia telah surplus selama 64 bulan secara berturut-turut sejak Mei 2020.

"Pada Agustus 2025 neraca persagangan barang mencatat surplus sebesar USD 5,49 miliar. Neraca perdagangan Indonesia sudah mencatatkan surplus selama 64 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," kata Deputi Bidang Statistik Produksi M.Habibullah, dalam konferensi pers BPS di Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Ia menjelaskan, surplus pada Agustus lebih ditopang surplus pada komoditas nonmigas sebesar USD 7,15 miliar.

Dengan komoditas penyumbang surplus lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

"Pada saat yang sama neraca perdagangan komoditas miga tercatat defisit USD 1,66 miliar dengan komoditas penyumbang defisit minyak mentah dan hasil minyak," ujarnya.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari hingga Agustus tercatat surplus sebesar USD 29,14 miliar.

Surplus sepanjang tahun ini ditopang oleh surplus komoditas nonmigas sebesar USD 41,21 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit sebesar USD 12,07 miliar.

“Tiga negara penyumbang surplus terbesar yaitu Amerika Serikat dengan nilai USD 12,20 miliar, India USD 9,43 miliar, Filipina USD 5,85 miliar,” ungkapnya.

Sementara, negara penyumbang defisit terdalam adalah Tiongkok sebesar minus USD 13,09 miliar, Singapura minus USD 3,55 miliar, Australia minus USD 3,49 miliar.

Lebih lanjut, untuk nilai ekspor Indonesia pada Agustus mencapai USD 24,96 miliar atau naik 5,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Nilai ekspor migas tercatat USD 1,07 miliar atau turun 10,88 persen. Nilai ekspor nonmigas tercatat naik sebesar 6,68 persen dengan nilai USD 23,89 miliar," ungkap Habibullah.

Ia mengungkapkan, peningkatan nili ekspor Agustus secara tahunan terutama didorong oleh kenaikan ekspor nonmigas.

Yaitu pada komoditas lemak dan minyak hewan nabati naik 51,07 persen dengan andil 5,18 persen.

Kedua, logam mulia dan perhiasan naik sebesar 34,76 persen dengan andil 1,02 persen.

Ketiga, nikel dan barang daripadanya naik sebesar 35,34 persen dengan andil 0,98 persen.

Habibullah menyampaikan, BPS mencatat nilai impor Indonesia pada Agustus tercatat ISD 19,47 miliar atau turun 6,56 persen dibanding Agustus tahun 2024.

"Nilai impor migas sebesar USD 2,73 miliar atau naik 3,17 persen secara tahunan. Sementara itu, nilai impor nonmigas USD 16,47 miliar mengalami penurunan 7,98 persen," ujarnya.

Penurunan nilai impor secara tahunan utamanya didorong oleh impor bahan baku atau penolong turun pada Agustus sebesar 9,06 persen dengan andil penurunan 6,52 persen. (uta/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#perdagangan #Neraca #bps #komoditas #surplus #ekspor #Agustus 2025 #migas #Nonmigas #impor