RADAR SURABAYA BISNIS - Beberapa pekan terakhir harga telur terus mengalami kenaikan.
Saat ini komoditas ini tembus di pasaran dengan harga di kisaran Rp 30.000 per kilogram.
Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, harga rata rata komoditas telur ayam per Minggu (28/9) Rp 27.624.
Harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Pamekasan Rp 29.000.
Dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Ponorogo Rp 26.500 per kg.
Sementara itu harga di sejumlah pasar besar di Surabaya, harga komoditas ini mencapai Rp 28.000 - Rp 30.000 per kg.
"Saat ini harga telur on farm atau di peternakan sudah Rp 25.000 per kg. Kalau naik ini disebabkan karena permintaannya meningkat. Apalagi ini bulan Maulid dan bulan hajatan," ujar Ketua Asosiasi Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) Rofi Yasifun, Minggu (28/9).
Diketahui Harga Acuan Pembelian (HAP) Rp 26.500. Dengan harga Rp 25.000 per kilogram, Rofi mengaku sedikit bisa bernafas lega di tengah mahalnya harga pakan.
Pasalnya beberapa bulan terakhir peternak menjual di bawah HAP.
"Bahkan kami pernah menjual di kisaran harga Rp 19.000 - Rp 20.000 per kilogram on farm. Ini karena adanya program pemerintah pasar murah. Bisa dibayangkan kerugian yang kita alami," jelasnya.
Sementata itu Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa kenaikan tersebut bukanlah lonjakan harga, melainkan penyesuaian menuju harga acuan pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda, menuturkan bahwa selama ini peternak ayam sering kali menjual hasil produksinya di bawah harga pokok produksi (HPP). Kondisi itu membuat peternak merugi bertahun-tahun.
Menurut Agung, keseimbangan harga antara peternak dan konsumen harus dijaga.
"Peternak tidak boleh terus-menerus mengalami kerugian, namun masyarakat juga tetap harus mendapatkan harga yang wajar di pasar," pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa