RADAR SURABAYA BISNIS - Pemerintah menggelontorkan anggaran senilai Rp 78 miliar untuk menyalurkan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan bagi para peternak layer mandiri dan peternak rakyat.
Nantinya, harga jual jagung SPHP dibanderol di level Rp 5.500 per kilogram (kg) di tingkat peternak.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menjelaskan, penyaluran jagung SPHP ini seiring dengan melambungnya harga jagung di tingkat peternak.
Adapun, program SPHP jagung merupakan subsidi harga dari pemerintah agar para peternak unggas dalam negeri dapat memperoleh jagung pakan yang harganya lebih rendah.
Untuk itu, Arief menyampaikan bahwa pemerintah melalui Perum Bulog akan menyalurkan 52.400 ton jagung SPHP hingga awal Desember nanti.
Saat ini, Bulog memiliki stok jagung sebanyak 70.000 ton.
“Jagung (SPHP) ini ready stock dan siap didistribusikan 52.400 ton, anggaran yang disiapkan Badan Pangan Nasional Rp 78 miliar. Jadi nggak usah khawatir peternak mandiri, peternak rakyat ini menjadi prioritas sampai dengan akhir tahun ini,” kata Arief dalam konferensi pers di Kantor Badan Pangan Nasional (Bapanas), Jakarta, Rabu (24/9).
Nantinya, lanjut Arief, penyaluran jagung SPHP ini akan difokuskan di semua sentra produksi peternak, mulai dari Kendal, Blitar, hingga Lampung.
Totalnya, ada tujuh provinsi yang akan menerima jagung SPHP.
Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Agung Suganda mengatakan, para peternak sejatinya telah menunggu penyaluran jagung SPHP.
Pasalnya, harga jagung di tingkat peternak dalam beberapa bulan terakhir mengalami peningkatan.
“Saya yakin besok harga jagung sudah harus stabil lagi, ini karena akan digelontorkan 52.400 ton dengan harga Rp 5.500 per kilogram. Tentu ini secara psikologis akan mempengaruhi harga pasar,” ujar Agung.
Lebih lanjut, Agung menargetkan penyaluran jagung SPHP akan digulirkan dengan cepat untuk mengintervensi harga jagung di tingkat peternak.
Di sisi lain, dia juga tak menampik bahwa program penyaluran jagung SPHP membutuhkan waktu untuk melakukan verifikasi data penerima jagung.
Sebab, Agung mengungkap terdapat dua daftar penerima dalam proses verifikasi data.
“Tentu ada perubahan-perubahan daftar peternak ini juga mohon teman-teman koperasi karena semua bernaung di koperasi Yang kita akan memberikan ini untuk mempermudah kita, datanya juga harus valid, harus akurat, dan harus sesuai,” ungkapnya.
Sebelumnya, peternak unggas meminta agar pemerintah segera mengguyur 52.400 ton SPHP jagung pakan bagi para peternak layer mandiri.
Ketua Komunitas Peternak Unggas Nasional (KPUN) Alvino Antonio mengatakan hingga saat ini peternak unggas belum mendapatkan guyuran SPHP jagung.
“Kalau untuk informasi pastinya itu kapan, belum tahu. Karena sampai kemarin pun juga belum ada realisasinya,” ujar Alvino beberapa waktu lalu.
Alvino menuturkan harga jagung di tingkat peternak telah melambung di atas Rp 6.000 per kg.
Bahkan harga jagung sebelumnya sempat menyentuh di angka Rp 7.000 per kg. (nis/opi)
Editor : Nofilawati Anisa