Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Tiga Daerah Ini Alami Penurunan Luas Panen Padi Terbesar di Jawa Timur

Mus Purmadani • Rabu, 17 September 2025 | 16:53 WIB
CETAK SAWAH: Pemerintah mengalokasikan Rp 15 triliun di tahun 2025 untuk cetak sawah dalam program swasembada pangan.
CETAK SAWAH: Pemerintah mengalokasikan Rp 15 triliun di tahun 2025 untuk cetak sawah dalam program swasembada pangan.

RADAR SURABAYA BISNIS - Masa puncak panen padi di Jawa Timur terus mengalami pergeseran setiap tahunnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat, puncak panen padi pada 2022 terjadi di bulan April dengan luas panen sebesar 369.000 hektare.

Hal itu sedikit bergeser dari tahun 2023 yang puncak panennya terjadi di bulan Maret dengan luas sebesar 368.000 hektare.

Sementara itu, luas panen terendah pada 2024 terjadi pada bulan Januari, yaitu sekitar 47.000 hektare.

Secara total, luas panen padi pada 2024 mencapai sekitar 1,62 ribu hektare, mengalami penurunan sebesar 81,1 ribu hektare (4,78 persen) dibandingkan dengan 2023.

Diketahui tiga kabupaten/kota ini
yang memberikan kontribusi luas panen padi terbesar pada 2024, yaitu Kabupaten
Bojonegoro, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Ngawi.

Luasan panen masing-masing sebesar 131,22 ribu hektare, 130,67 ribu hektare, dan 123,08 ribu hektare.

"Selama 2024, terdapat sebanyak 30 kabupaten/kota yang mengalami penurunan luas panen padi dibandingkan 2023. Sementara itu, delapan kabupaten/kota lainnya mengalami peningkatan luas panen padi pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Kepala BPS Jatim Zulkipli, Rabu (17/9/2025).

Dia menambahkan tiga kabupaten/kota yang memberikan kontribusi terbesar terhadap penurunan luas panen padi pada 2024 dibandingkan 2023 ialah Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Banyuwangi.

Menurutnya ketiga kabupaten/kota tersebut mengalami penurunan luas panen yang cukup signifikan dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya, masing-masing sebesar 12,15 ribu hektare, 9,03 ribu hektare, dan 7,82 ribu hektare.

"Sementara itu, terjadi peningkatan luas panen padi yang relatif besar di beberapa kabupaten/kota seperti Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Situbondo, dan Kabupaten Bangkalan, " katanya.

Zulkipli menambahkan total produksi padi di Jawa Timur selama 2024 sekitar 9,27 juta ton Gabah Kering Giling (GKG),
atau turun sebanyak 440,23 ribu ton (4,53 persen) dibandingkan 2023.

Penurunan produksi terbesar terjadi pada bulan Maret 2024, yaitu turun sekitar 788,50 ribu ton dibandingkan Maret 2023.

Meski demikian, penurunan ini diimbangi oleh lonjakan produksi pada bulan April 2024, yang meningkat sekitar 948,54 ribu ton
dibandingkan April 2023.

Produksi tertinggi sepanjang 2024 terjadi pada bulan April, yaitu mencapai 2,14
juta ton GKG, sementara produksi terendah terjadi pada bulan Januari, yaitu sebanyak
277 ribu ton GKG.

Jika dibandingkan dengan 2023, terjadi pergeseran waktu panen, di mana pada tahun tersebut puncak produksi terjadi pada bulan Maret, yaitu sebanyak 2,11 juta ton dan produksi terjadi pada bulan Januari, yaitu sebanyak 319 ribu ton.

"Kabupaten/kota penghasil padi terbesar pada 2024 yaitu Kabupaten Lamongan,
Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Bojonegoro yang merupakan wilayah sentra produksi padi di Jawa Timur," ungkapnya.

Lebih dari 20 persen produksi padi di Jawa Timur disumbang tiga kabupaten tersebut.

Sementara kabupaten/kota dengan produksi padi terendah di Jawa Timur terdapat di Kota Mojokerto, Kota Batu, dan Kota Blitar.

Penurunan produksi padi yang terjadi pada 2024 sebagian besar disumbang oleh Kabupaten Gresik, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Banyuwangi, masing-masing sebesar 88,47 ribu hektare, 69,07 ribu hektare, dan 59,14 ribu hektare.

Sementara itu, peningkatan produksi padi yang cukup besar terjadi di Kabupaten Tuban, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Sidoarjo, masing-masing sebesar 21,33 ribu hektare, 17,29
ribu hektare, dan 13,13 ribu hektare.

"Jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk,
produksi padi pada 2024 setara dengan 5,35 juta ton beras, atau turun sebanyak 254 ribu ton (4,53 persen) dibandingkan dengan produksi beras pada 2023. Produksi beras pada 2023 adalah sebanyak 5,61 juta ton. Sejalan dengan produksi padi, produksi beras terbesar pada 2024 terjadi di bulan April, yaitu sekitar 1,23 juta ton beras,'" urainya. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#padi #jawa timur #radar surabaya bisnis #gresik #panen #hektare #pergeseran agama #ngawi #banyuwangi