RADAR SURABAYA BISNIS - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat produk furnitur asal Indonesia berhasil meraih potensi transaksi sebesar USD 3,07 juta atau setara Rp 50,60 miliar dalam Korea International Furniture and Interior Fair (Kofurn) 2025 di Korea Selatan (Korsel).
Menurut Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan, pembeli Korsel menyukai furnitur Indonesia karena berhasil menjawab kebutuhan konsumen mereka terhadap furnitur multifungsi dan ringkas yang menyesuaikan dengan karakteristik hunian di negara terkait.
"Buyer Korea Selatan menyukai furnitur multifungsi berukuran tidak terlalu besar yang mudah dipindahkan. Hal ini menyesuaikan dengan karakteristik hunian di Korea Selatan yang umumnya memiliki luas terbatas, sehingga membutuhkan furnitur praktis, namun tetap estetis," kata Puntodewi, Senin (15/9/2025).
Sebanyak 12 eksportir furnitur Indonesia yang berpartisipasi menampilkan produk furnitur ekspor unggulan.
Mereka menonjolkan penggunaan produk berbahan dasar kayu dan rotan yang berkelanjutan.
Seluruh peserta juga menampilkan kekayaan material alami Indonesia dan desain yang memadukan keterampilan perajin tradisional dengan sentuhan modern berciri minimalis dan elegan.
Fitur ini sesuai dengan tren desain di pasar Korea Selatan.
"Produk furnitur Indonesia warna kemerahan (cherry color) dan furnitur yang mengekspose serat kayu memberikan kesan natural dan modern. Ini paling diminati buyer Korea Selatan," jelasnya.
Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kemendag Deden Muhammad Fajar Shiddiq menambahkan, pengunjung yang didominasi konsumen akhir menunjukkan animo masyarakat Korea Selatan terhadap produk furnitur.
Tingginya minat tersebut membuka peluang untuk meningkatkan nilai ekspor dan memperkuat pasar ekspor produk furnitur Indonesia di Korea Selatan dan kawasan Asia Timur.
"Kondisi ini menjadi masukan bagi kami untuk mencari mitra, distributor, atau membuka showroom di Korea Selatan karena beberapa peserta sudah memiliki buyer di Korea Selatan," ujar Deden. (nis/opi)
Editor : Nofilawati Anisa