RADAR SURABAYA BISNIS - Badan Pusat Statisik (BPS) Jawa Timur mencatat pada Agustus 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) di Provinsi Jatim sebesar 2,17 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,65.
Inflasi tertinggi terjadi di Banyuwangi sebesar 2,87 persen dengan IHK sebesar 109,65 dan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Gresik sebesar 1,80 persen dengan IHK sebesar 106,93.
Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kelompok pengeluaran.
Yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,30 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,79 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,35 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,41 persen.
Lalu, kelompok kesehatan sebesar 2,12 persen; kelompok transportasi sebesar 0,35 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,29 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,76 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,86 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,38 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,56 persen.
"Komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi y-on-y pada Agustus 2025, antara lain emas perhiasan, bawang merah, beras, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, kopi bubuk, nasi dengan lauk, Sigaret Kretek Mesin (SKM), kelapa, santan jadi, mobil, tomat, sepeda motor, telur ayam ras, akademi/perguruan tinggi, Sigaret Kretek Tangan (SKT), daging ayam ras, sekolah dasar, air kemasan, dan bimbingan belajar," ujar Kepala BPS Jatim Zulkifli, Senin (1/9/2025).
Sedangkan komoditas yang memberikan andil atau sumbangan deflasi y-on-y antara lain cabai rawit, bensin, bawang putih, telepon seluler, ikan mujair, daun bawang, kentang, pisang, dan laptop/notebook.
"Sementara komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m pada Agustus 2025, antara lain beras, daging ayam ras, akademi/perguruan tinggi, bawang merah, emas perhiasan, dan ketimun . Sedangkan komoditas yang memberikan andil atau sumbangan deflasi m-to-m, adalah cabai rawit, tomat, telur ayam ras, bensin, dan bawang putih," pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa