RADAR SURABAYA BISNIS - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat, tahun 2024 nilai impor Provinsi Jawa Timur mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2023.
Impor yang dilakukan oleh Provinsi Jawa Timur secara keseluruhan tercatat USD 30,42 miliar juta pada 2024 atau naik sebesar 3,66 persen dibanding tahun 2023.
Peningkatan impor Provinsi Jawa Timur tahun 2024 terjadi baik di sektor migas maupun non migas yang masing-masing mengalami peningkatan sebesar 18,19 persen dan 0,09 persen.
"Meningkatnya nilai impor di tahun 2024 diikuti juga oleh meningkatnya nilai ekspor. Peningkatan nilai impor yang lebih kecil dibandingkan peningkatan nilai ekspor menyebabkan kenaikan nilai neraca perdagangan luar negeri Provinsi Jawa Timur," ujar Kepala BPS Jatim Zulkifli, Jumat (29/8).
Ia menjelaskan, 10 negara mitra dagang impor terbesar Provinsi Jawa Timur adalah Tiongkok, Singapura, Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Brazil, India, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Jepang.
Total nilai impor Provinsi Jawa Timur dari 10 negara mitra dagang utama tahun 2024 mencapai USD 21,17 miliar.
“Nilai tersebut naik 8,43 persen bila dibandingkan dengan tahun 2023 yang sebesar USD 19,52 miliar,” ungkapnya.
Pada tahun 2024 nilai impor 10 negara mitra dagang utama menyumbang kontribusi sebesar 69,59 persen terhadap nilai total impor Provinsi Jawa Timur.
Meningkatnya nilai impor dari mitra dagang utama dipengaruhi terutama oleh permintaan domestik yang kuat dan peningkatan investasi di sektor industri sepanjang tahun 2024.
Di antara 10 negara terbesar, nilai impor dari Uni Emirat Arab mengalami peningkatan terbesar, yaitu sebesar USD 188,13 juta atau sebesar 27,85 persen.
Sedangkan impor dari negara India dan Malaysia mengalami penurunan nilai impor dibandingkan negara mitra dagang utama lainnya yang mengalami peningkatan nilai impor.
Pada tahun 2024 nilai impor dari negara India dan Malaysia menurun masing-masing sebesar USD 258,59 juta dan USD 169,57 juta.
India dan Malaysia mengalami penurunan nilai impor dari kelompok Bahan bakar mineral (HS 27) dengan komoditas minyak motor, tanpa timbal, RON 90 ke atas tetapi di bawah RON 97, tanpa campuran.
"Nilai impor India turun sebesar USD 277,33 juta atau sebesar 51,40 persen dari total impor negara India. Sedangkan negara Malaysia mengalami penurunan nilai impor sebesar USD 232,37 juta atau sebesar 27,59 persen," pungkas Zulkipli. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa