RADAR SURABAYA BISNIS - Keterlibatan UMKM dalam Program 3 Juta Rumah menjadi wujud nyata “merdeka untuk semua” sekaligus penjabaran dari Asta Cita Presiden Prabowo.
Yakni melanjutkan pengembangan infrastruktur dan membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi.
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Temmy Satya Permana menyebut bahwa Kementerian UMKM berperan aktif dalam menyukseskan Program 3 Juta Rumah.
Melalui penyiapan UMKM-UMKM yang mendukung ekosistem pembangunan perumahan.
“Kementerian UMKM mendorong agar peran UMKM difokuskan pada sisi supply yaitu mempersiapkan dan mendorong seoptimal mungkin pelaksanaan Program 3 Juta Rumah,” ujar Temmy, Senin (18/8/2025).
Program ini bertujuan untuk menyediakan perumahan yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang kesulitan memperoleh hunian yang terjangkau.
Melalui pendekatan terintegrasi antara pembangunan fisik, pemberdayaan masyarakat, dan pemerataan ekonomi wilayah, Program 3 Juta Rumah diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup rakyat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.
Berdasarkan Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) Kementerian UMKM sampai Agustus, Temmy menambahkan, ada sekitar 104 ribu UMKM di Indonesia yang potensial untuk terlibat dalam Program 3 Juta Rumah.
“Sebanyak 35 ribu UMKM di antaranya bergerak di bidang konstruksi hunian termasuk di dalamnya pengembang kecil, kontraktor, dan jasa-jasa pendukung konstruksi perumahan, serta 69 ribu UMKM supplier material bahan bangunan,” katanya.
Ia menambahkan, UMKM ekosistem perumahan yang telah terdata di SIDT akan menjadi sasaran utama program pembinaan dan pendampingan untuk memperluas kesempatan terlibat dalam program pembangunan 3 juta rumah.
“Apabila kita mampu memfasilitasi 104 ribu UMKM tersebut sehingga kapasitas usahanya meningkat dan usahanya berkembang, maka diharapkan akan memberikan dampak yang besar bagi perekonomian dan menciptakan dampak nyata bagi ekonomi kerakyatan,” ujarnya. (nis/opi)
Editor : Nofilawati Anisa