Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Danantara Siapkan Rp 1,5 Triliun untuk Beli Gula Petani

Nofilawati Anisa • Senin, 11 Agustus 2025 | 01:17 WIB
PANEN: Secara nasional, tahun ini pemerintah akan melakukan peremajaan terhadap 100.000 hektare lahan tebu, 70 persennya ada di jawa Timur.
PANEN: Secara nasional, tahun ini pemerintah akan melakukan peremajaan terhadap 100.000 hektare lahan tebu, 70 persennya ada di jawa Timur.

RADAR SURABAYA BISNIS - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia akan menggelontorkan Rp 1,5 triliun untuk pembelian gula pasir petani, seiring belum terjualnya gula petani di gudang pabrik gula (PG).

Sekretaris Asosiasi Petani Tebu Indonesia (APTRI) Cabang Kecamatan Assembagoes, Situbondo, Jawa Timur, Herman Fauzi mengemukakan bahwa informasi dana Rp 1,5 triliun dari Danantara itu diperoleh, setelah APTRI berkoordinasi dengan Kemenko Bidang Pangan dan Kemenko Bidang Perekonomian.

"Pekan lalu Pengurus APTRI Pusat berkoordinasi dengan kementerian terkait, dan disampaikan solusinya Danantara akan mengucurkan dana melalui PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) untuk membeli sementara gula petani," kata Fauzi dilansir dari Antara, Sabtu (9/8).

Fauzi menyebutkan, di PG Assembagoes Situbondo sejak sebulan terakhir masih ada ribuan ton gula pasir belum laku terjual dan menumpuk di gudang pabrik gula.

Menurutnya, harga gula pasir PG Assembagoes ditawar pedagang di bawah harga acuan penjualan atau HAP Rp 14.500 per kilogram.

"Sudah empat minggu ini tawaran pedagang Rp 14.350 per kilogram. Ada juga yang menawar Rp 14.200 per kilogram, minimal harga gula Rp 14.500," ungkapnya.

Fauzi menduga tawaran harga gula petani saat ini rendah atau di bawah harga acuan penjualan, karena beredarnya gula rafinasi di pasaran.

Padahal, ujar Fauzi, gula rafinasi diperuntukkan bagi pengolahan bahan industri makanan dan minuman, bukan untuk konsumsi harian.

"Gula rafinasi itu warnanya sangat putih dan tidak semanis gula pasir pada umumnya, dan harganya lebih murah," kata Fauzi.

Manajemen Pabrik Gula (PG) Assembagoes, Kabupaten Situbondo, mencatat sekitar 5.000 ton gula pasir petani di wilayah itu belum terjual ke pedagang sejak sebulan terakhir.

General Manajer PG Assembagoes Situbondo Mulyono menjelaskan bahwa selama lebih empat periode (per minggu) atau sekitar satu bulan ini gula pasir sebanyak 5.000 ton itu tersimpan di gudang pabrik gula.

"Karena gula pasir belum terjual ke pedagang, selama lebih dari empat periode ini kami belum melakukan pembayaran kepada petani yang tebunya digiling di PG Assembagoes," ungkapnya. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#aptri #PG Asembagus Situbondo #gula pasir #dana #pembelian #Danantara #pabrik gula #investasi