RADAR SURABAYA BISNIS - Jawa Timur menjadi salah satu provinsi di Pulau Jawa yang memimpin dalam hilirisasi.
Kontribusi Jawa Timur sebesar 5,9 persen dari total investasi hilirisasi nasional.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kamis (7/8/2025).
"Ini bukti bahwa Jatim telah berjalan seiring arah kebijakan nasional dalam penguatan hilirisasi," jelasnya.
Sektor hilirisasi yang dominan meliputi Mineral dan Batu Bara Rp 4,36 triliun, Minyak dan Gas Bumi Rp 1,39 triliun, Perkebunan dan Kehutanan Rp 2,51 triliun, serta Perikanan dan Kelautan Rp 231,8 miliar.
Kabupaten Gresik, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Lamongan tercatat sebagai wilayah dengan kontribusi tertinggi dalam subsektor mineral.
Lebih lanjut, subsektor Batubara ditopang oleh realisasi di Kabupaten Banyuwangi, Kebupaten Blitar, dan Kabupaten Jombang.
Secara khusus, Khofifah juga menekankan potensi besar Jawa Timur dalam hilirisasi tembaga.
Mengingat struktur industri dan kebutuhan produk hilir seperti kabel dan komponen elektronik yang masih banyak diimpor.
“Tingginya realisasi hilirisasi sektor Mineral dan Batu Bara memperkuat keyakinan bahwa Jatim sangat potensial sebagai pusat hilirisasi tembaga nasional. Apalagi, hilirisasi bukan hanya soal industrialisasi, tapi juga memperluas lapangan kerja dan nilai tambah ekonomi lokal,” jelasnya.
Melihat data tersebut, Khofifah memastikan bahwa Pemprov Jatim terus mendorong penguatan infrastruktur, reformasi perizinan, serta insentif bagi investor strategis.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi antarlembaga seperti Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan dinas teknis lainnya.
“Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar investasi tidak hanya besar secara angka, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan rakyat. Kami ingin investasi hadir sebagai solusi pembangunan berkeadilan,” ungkapnya.
“Investasi adalah lokomotif pembangunan. Jawa Timur siap menjadi rumah yang aman dan menarik bagi para investor, baik lokal maupun global,” pungkas Khofifah. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa