Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Produksi Migas Pertamina Hulu Energi di Semester I/2025 Sentuh 1,04 Juta Barel Setara Minyak per Hari

Nofilawati Anisa • Minggu, 3 Agustus 2025 | 19:55 WIB
ILUSTRASI: Produksi minyak Pertamina Hulu Energi (PHE) di semester I/2025 menyentuh 1,04 juta barel
ILUSTRASI: Produksi minyak Pertamina Hulu Energi (PHE) di semester I/2025 menyentuh 1,04 juta barel

RADAR SURABAYA BISNIS - Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina di sepanjang semester I/2025 mencatatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) sebesar 1,04 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD).

Rinciannya, produksi minyak sebanyak 557 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas 2.798 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Direktur Utama PHE Awang Lazuardi mengatakan, hingga saat ini PHE mencatat penyelesaian pengeboran sebanyak 404 sumur pengembangan, dengan 628 kegiatan workover dan 18.714 kegiatan well services.

Dalam kegiatan mencari sumber daya energi demi menjaga ketahanan energi nasional, PHE juga agresif dalam menjalankan kegiatan eksplorasi dengan mencatatkan survei Seismik 3D sepanjang 539 km2 pada semester I/2025.

“PHE juga berhasil menyelesaikan pengeboran delapan sumur eksplorasi,” kata Awang dalam keterangannya, Minggu (3/8/2025).

Lebih jauh ia menjelaskan, dari kegiatan pengeboran eksplorasi yang dilakukan hingga semester I/2025, PHE mendapat tambahan sumberdaya 2C (contingent resources) dengan realisasi 2C Validation sebesar 804 juta barel setara minyak (MMBOE).

Selain itu, PHE mencatatkan penambahan cadangan migas terbukti (P1) migas sebesar 63 juta barel setara minyak (MMBOE).

“Keberhasilan pengeboran sumur di onshore Jawa Barat (EPN-002) dan akuisisi 3D seismik pada beberapa wilayah kerja onshore Sumatera, menjadi catatan penting bagi kinerja PHE. Termasuk penandatanganan Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja (WK) Melati dan WK Binaiya yang merupakan hasil lelang Wilayah Kerja tahap I dan II pada 2024,” sambungnya.

Awang menyebut PHE terus berupaya menggali potensi dari berbagai aspek untuk pencapaian target yang telah ditentukan.

Di antaranya melalui injeksi EOR Steamflood pertama di Lapangan North Duri Development (NDD) Area-14.

“Lalu, Proyek Simple Surfactant Flood (SSF) Stage-1 di Lapangan Balam South-Zona Rokan, CO2 interwell injection di Lapangan Sukowati, dan Put on Production and Exploration (POPE) sumur Astrea, Pinang East dan Akasia Prima,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Awang, PHE secara masif juga melakukan evaluasi atas peluang new venture dengan mempertajam peluang inisiasi potensi eksplorasi baru, seperti geologic hydrogen dan Carbon Capture Storage (CCS). PHE juga berencana mengembangkan dua CCS Hub dan beberapa satelit dengan kapasitas penyimpanan hingga 7,3 Giga Ton, dan target reduksi emisi 68 persen dari sektor energi di tahun 2060.

“Perseroan turut mempersiapkan beberapa Project Development yang akan segera On-Stream pada semester II/2025. Antara lain, proyek strategis pengembangan Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) EP yang didesain untuk mengolah minyak dan gas dengan kapasitas total sebesar 9.000 barel cairan per hari (BLPD) dan 22 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD),” jelasnya.

Kemudian, Proyek Sisi Nubi yang merupakan proyek penting untuk meningkatkan produksi gas dan minyak (kondensat) dengan kapasitas desain rata-rata 30 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) per platform.

Proyek CEOR lapangan minas di Area A Stage-1 pun tengah bersiap, dengan menginjeksi cairan kimia ke reservoir, diharapkan mampu memberikan penambahan recovery factor sebesar 17-22 persen.

“Serta proyek Lapangan OO-OX yang diestimasi mampu menghasilkan tambahan 2.996 barel minyak per hari (BOPD), dan 21,26 juta standar kubik gas per hari (MMSCFD),” pungkas Awang. (uta/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#phe #pengembangan #pertamina hulu energi #eksplorasi #lapangan #Wilayah Kerja #potensi #migas #Sumur Baru #Semester I 2025 #kapasitas #gas #minyak